Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Tempat Makan
BKKBN: Ngak ada kasus keracunan MBG pada kelompok 3B di Jabar
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-10 23:11:08【Tempat Makan】491 orang sudah membaca
PerkenalanKepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat Dad

Di Jawa Barat sejauh ini belum ada. Kemarin yang sempat bermasalah itu hanya di sekolah-sekolah, tapi kami sudah deteksi, dan Alhamdulillah di Jawa Barat ngak ada
Kota Bandung (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat (Jabar) memastikan hingga saat ini ngak ada laporan kasus keracunan pada penerima manfaat Program Makanan Bergizi (MBG) untuk kelompok 3B (Bumil, Busui, dan Balita).
Kepala Perwakilan BKKBN Jabar Dadi Ahmad Roswandi menyebut penerima manfaat Program MBG pada kelompok tersebut telah mencapai 215.057 orang selama satu tahun pelaksanaan.
"Di Jawa Barat sejauh ini belum ada. Kemarin yang sempat bermasalah itu hanya di sekolah-sekolah, tapi kami sudah deteksi, dan Alhamdulillah di Jawa Barat ngak ada,” kata Dadi di Bandung, Selasa.
Baca juga: Kemendukbangga kembangkan pemantauan MBG pada kelompok 3B
Dadi menjelaskan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki tenaga ahli yang memastikan keamanan dan kualitas makanan yang diberikan.
“Di SPPG itu ada kepala SPPG dan ahli-ahli gizinya. Kami percaya bahwa para ahli gizi sudah memenuhi standar, apalagi sekarang ada satgas dari Kementerian Kesehatan dan Badan POM. Jadi kami yakin dan percaya bahwa apa yang disajikan kepada ibu hamil sudah memenuhi kaidah-kaidah kesehatan,” ujarnya.
Ia menambahkan BKKBN Jabar telah menyiapkan mekanisme tanggap cepat apabila terjadi kasus keracunan terhadap kelompok 3B.
Baca juga: Kemendukbangga berikan insentif kader distribusikan MBG
“Nah, kita kan punya satgas, punya helpdesk, dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang rumahnya ngak jauh dari sasaran. Jadi kalau ada kejadian seperti itu, kita bisa cepat bergerak,” ucap Dadi.
Dadi berharap dengan adanya Program MBG yang menyasar elompok 3B dapat menjadi harapan terjadi penurunan signifikan terhadap prevalensi stunting di Jawa Barat.
“Kami berharap angka stunting berkat Program MBG dapat mencapai 14 persen dari angka saat ini yang masih di angka 15,9 persen,” katanya.
Baca juga: DPR RI: Program MBG kelompok 3B perlu diperkuat untuk cegah stunting
Suka(92326)
Sebelumnya: Ini kronologi lengkap temuan
Selanjutnya: SD Negeri OO3 Penajam ajarkan kemandirian lewat program MBG
Artikel Terkait
- Makanan dan minuman sehat yang bisa membantu menambah tinggi badan
- BRIN temukan penggunaan "test kit" kurang sesuai dalam kegiatan MBG
- TikTok Food Fest 2025 Gaet Ribuan Pengunjung, Dorong UMKM dan Promosi Kuliner Nusantara
- Petugas gabungan bersihkan puing kebakaran di Jakarta Barat
- BGN beri bimbingan teknis kepada penjamah makanan di Lampung
- Konsumsi domestik naik, laba Unilever tumbuh menjadi Rp3,33 triliun
- SPPG Polri terapkan standar “food safety” untuk program MBG
- Cegah penyakit, pencantuman label peringatan produk tinggi GGL didesak
- 2.031 anak terima manfaat MBG Polres Solok Selatan
- Polda NTT rutin cek keamanan menu MBG sebelum didistribusikan
Resep Populer
Rekomendasi

CP Group Thailand yakin pada pasar China yang luas dan terbuka

BRIN soroti cara penyimpanan bahan makanan oleh SPPG untuk sajian MBG

BPKN siap panggil Aqua terkait dugaan sumber air dari sumur bor

Ditjenpas pastikan Lapas Gunung Sitoli telah kondusif pascaricuh

Badan Gizi Nasional tekankan kebersihan MBG cegah keracunan pada anak

Unilever tuntaskan lepas bisnis es krim Rp7 T ke Magnum di akhir 2025

Ombudsman temukan tabung elpiji Malaysia di dapur SPPG Tarakan

Dokter tegaskan pentingnya pencegahan osteoporosis sejak dini