Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
Wali Kota Kupang mendorong percepatan SLHS bagi SPPG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-02-26 08:36:03【Kabar Kuliner】761 orang sudah membaca
PerkenalanWali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyerahkan SLHS kepada perwakilan SPPG yang telah lolos prose

...Makanan sehat bukan hanya soal gizi, tapi juga soal kebersihan dan cara penyajian
Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendorong percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut guna menjamin standar keamanan pangan dalam program MBG.
“Pemkot Kupang akan terus mendukung percepatan penerbitan SLHS bagi seluruh SPPG serta memastikan ngak ada pungutan biaya selama proses pendampingan dan bimbingan teknis dari Dinas Kesehatan,” kata Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo di Kupang, Selasa.
Ia mengangakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar kegiatan pemberian makanan, melainkan gerakan kemanusiaan dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sejak dini di Kota Kupang.
“Program MBG bukan hanya soal memberi makan, tapi membangun masa depan generasi penerus bangsa mulai dari ibu hamil, balita, hingga anak sekolah,” katanya.
Christian menekankan pentingnya penerapan aspek kebersihan dan keamanan pangan pada setiap tahapan pengolahan makanan di SPPG.
Baca juga: SPPG Sawahlunto awasi ketat proses cuci ompreng MBG secara berlapis
Para pengelola dapur MBG, lanjut dia, harus memperhatikan hal-hal detail, seperti kebersihan alat masak, penggunaan sarung tangan, penutup kepala, hingga higienitas penyajian.
“Makanan sehat bukan hanya soal gizi, tapi juga soal kebersihan dan cara penyajian. Hal-hal kecil seperti bekas sabun di alat masak bisa merusak kualitas makanan,” katanya menegaskan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang drg. Retnowati, menjelaskan penyerahan SLHS bertujuan meningkatkan status gizi dan kualitas kesehatan anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sekaligus menjamin keamanan pangan melalui penerapan standar higiene sanitasi.
“Dari 16 SPPG yang telah mengikuti proses pemeriksaan, tiga di antaranya dinyangakan lolos dan menerima sertifikat hari ini, sedangkan 12 lainnya masih menunggu hasil uji laboratorium,” katanya.
Ia menambahkan pemeriksaan bakteriologis dilakukan di Laboratorium Kesehatan Kota Kupang, sedangkan pemeriksaan kimia masih bekerja sama dengan Laboratorium Kesehatan Provinsi NTT.
Baca juga: 560 SPPG sudah kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi
Suka(89)
Artikel Terkait
- Pedagang pasar Legi Parakan gelar kirab seratus tumpeng
- 8.000 korban erupsi Lewotobi NTT masih ditanggung pemerintah pusat
- Pengamat sebut produk halal ekraf bisa tingkatkan pendapatan negara
- Dinkes Pamekasan bina SPPG cara mencegah keracunan makanan
- BSI target nilai bisnis emas mencapai Rp100 triliun pada 2030
- Danantara terbuka untuk investasi dari pengusaha dan investor Brazil
- Pengamat sebut produk halal ekraf bisa tingkatkan pendapatan negara
- BGN wajibkan SPPG masak dengan air galon guna cegah keracunan
- Mentan: beras sumbang deflasi 23 provinsi berkat sinergi lintas sektor
- Prabowo: Indonesia
Resep Populer
Rekomendasi

Mematri gerakan energi lestari dari sekolah berdikari

Kementerian UMKM sebut realisasi KUR sektor produksi capai 70 persen

Sekjen ARUN harap dapur MBG bisa jadi pusat pembelajaran gizi seimbang

Menko PM terima pesan untuk Presiden Prabowo dari siswi SDN Aek Tolang

2.031 anak terima manfaat MBG Polres Solok Selatan

Cegah penyakit, pencantuman label peringatan produk tinggi GGL didesak

Bupati Gowa tawarkan pasokan bahan pokok Perseroda ke SPPG

Kementerian UMKM sebut realisasi KUR sektor produksi capai 70 persen