Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-18 11:41:20【Resep Pembaca】993 orang sudah membaca
PerkenalanTim ahli gizi SPPG Polda Kepulauan Babel melakukan pemorsian MBG di Pangkalpinang. ANTARA/Antara Bab

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyarankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengkonsumsi makanan maksimal dua jam setelah dibagikan.
"Jadi, makanan itu idealnya dimakan ngak lebih dari dua jam setelah dimasak, kalau memang kudapannya digoreng, itu juga harus dibatasi agar ngak dimakan siswa lebih dari empat jam," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wamen Isyana apresiasi SPPG libatkan ahli gizi identifikasi alergen
Budi memahami bahwa Program MBG baru pertama kali berjalan di Indonesia, sehingga baik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun katering masih melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
"Ini karena pertama kali di Indonesia, jadi dunia kuliner dan gizi itu kan baru pertama kali membuat makanan dengan kapasitas 3.000-4000 setiap hari, jadi, katering komersial juga mungkin belum pernah punya pengalaman itu," ujar dia.
Budi menekankan pentingnya pelatihan keamanan pangan bagi petugas SPPG agar mampu mengelola distribusi MBG dengan lebih baik.
Baca juga: Pakar BGN paparkan sejumlah peran ahli gizi dalam Program MBG
Baca juga: Gubernur Kepri ingatkan ahli gizi SPPG kontrol ketat pengolahan MBG
"Jadi perlu dilakukan pelatihan, khususnya keamanan pangan. Ada beberapa informasi di SPPG itu saat memasak butuh waktu yang lama, pemorsian di holding-nya juga terlewati waktunya, kemudian waktu pengantarannya juga, sehingga ada risiko bahwa makanan itu dikonsumsi terlalu lama, ini perlu jadi kritik bagi BGN," tuturnya.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi lebih dari 13 ribu unit.
Suka(5)
Artikel Terkait
- Menperin sebut manufaktur jadi bukti daya saing menguat
- Pemerintah siapkan rapid test dan chef profesional kawal kualitas MBG
- Kemarin, jaminan siswa Sekolah Rakyat hingga prestasi Program MBG
- Dinkes Kota Malang temukan mikroba di dalam sampel MBG
- BGN minta Dinkes ngak asal keluarkan SLHS untuk dapur MBG
- Pimpinan Komisi X dukung penerapan "school kitchen" dalam MBG
- Satgas MBG Banjar: Olah menu sesuai petunjuk guna cegah keracunan
- BGN Pasaman Barat apresiasi SPPG yang mulai bagikan MBG
- DPR dorong kemandirian gula nasional dari hulu ke hilir
- Larangan perdagangan daging anjing, Legislator: Gubernur tepati janji
Resep Populer
Rekomendasi

SPPG Polres Madiun sajikan pecel bergizi untuk warga dan pelajar

Kapal bantuan Turki berlayar ke Gaza, bawa 900 ton makanan dan obat

Pemerintah: Ekspor udang ke AS wajib bersertifikat bebas radioaktif

Dietisien rekomendasikan konsumsi jus buah cukup satu gelas per hari

Polda Kepri periksa tujuh ABK Kapal Shing Xing dalam dugaan TPPO

Pemkab Jepara buka saluran pengaduan program MBG

Pemkot Malang gencarkan IKL untuk pengolahan bahan MBG tetap aman

Gula pasir bukan satu