Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Tempat Makan
BPS: Konsumsi rumah tangga kuartal III melambat karena siklus musiman
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-23 19:46:31【Tempat Makan】860 orang sudah membaca
PerkenalanKepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti. ANTARA/Andi Firdaus/aa.Jakarta (ANT

Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) menyangakan perlambatan konsumsi rumah tangga pada kuartal III 2025 merupakan dampak dari siklus musiman, bukan karena penurunan daya beli masyarakat.
"Konsumsi rumah tangga itu kan juga salah satunya dipengaruhi oleh siklus musiman ya kan," kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.
Amalia menjelaskan perlambatan tersebut terjadi karena pada kuartal III ngak terdapat periode libur panjang keagamaan seperti pada kuartal II yang diwarnai momentum Idul Fitri dan Idul Adha.
Menurutnya, kondisi itu memengaruhi aktivitas belanja dan perjalanan masyarakat yang biasanya meningkat pada masa libur panjang.
"Di kuartal ke-II kan banyak libur termasuk libur lebaran, Idul Adha, Idul Fitri yang panjang, itu kan membuat orang banyak spending dan juga banyak travelling," kata dia.
Dia menegaskan konsumsi rumah tangga pada kuartal III tetap solid meski mengalami perlambatan tipis dibandingkan kuartal sebelumnya.
Terkait pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,04 persen pada kuartal III 2025, Amalia mengangakan hal tersebut didorong oleh ekspor yang tumbuh di atas 9 persen serta pengeluaran konsumsi pemerintah yang berbalik positif 5,49 persen setelah sempat terkontraksi pada kuartal II.
"Kan sudah 5,04 persen, pendorongnya salah satunya dari sisi pengeluaran itu kan ada ekspor yang tumbuh di atas 9 persen, bahkan pengeluaran konsumsi pemerintah sudah membalik positif dari kuartal II yang tumbuh negatif -1,38 persen di kuartal II di kuartal III ini sudah tumbuh positif 5,49 persen," kata dia.
Dari sisi produksi, industri pengolahan menjadi penopang utama dengan pertumbuhan 5,54 persen.
Diketahui, BPS mencatat konsumsi rumah tangga pada triwulan III 2025 tumbuh sebesar 4,89 persen (year on year/yoy), ditopang oleh konsumsi untuk transportasi dan komunikasi dengan pertumbuhan sebesar 6,41 persen.
Namun, apabila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, konsumsi rumah tangga melambat baik secara tahunan (yoy) maupun kumulatif (ctc).
Pada periode yang sama tahun 2024, konsumsi rumah tangga tumbuh masing-masing sebesar 4,97 persen (yoy) dan 4,96 persen (ctc), sementara pada triwulan III 2025 tumbuh 4,89 persen (yoy) dan 4,94 persen (ctc).
Secara kuartalan (qtq), konsumsi rumah tangga bahkan terkontraksi 0,56 persen pada triwulan III 2025, setelah pada triwulan II 2025 tumbuh 3,14 persen.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, mengungkapkan, komponen konsumsi rumah tangga yang tumbuh melambat secara tahunan (yoy) termasuk makanan dan minuman selain restoran yang tumbuh 4,11 persen serta kesehatan dan pendidikan 4,06 persen.
Sementara itu, konsumsi rumah tangga yang terkontraksi secara kuartalan (qtq) mencakup kelompok makanan dan minuman selain restoran, pakaian dan alas kaki, perumahan dan perlengkapan rumah tangga, restoran dan hotel, serta kelompok lainnya.
Baca juga: Kemenkop-BPS sinkronisasi data desa guna KDMP, pengentasan kemiskinan
Baca juga: BPS sebut data kemiskinan dan pengangguran masih divalidasi
Suka(94)
Sebelumnya: Ekonomi TW
Selanjutnya: Dinkes: Waspada paparan mikroplastik dari air hujan
Artikel Terkait
- Kemendikdasmen: Pelaksanaan TKA di Papua lancar
- Kenapa lobster air tawar mudah mati? Ini penyebab dan pencegahannya
- Dinkes: Waspada paparan mikroplastik dari air hujan
- Dari Jakarta ke Belem, langkah panjang Indonesia tuk aksi nyata COP30
- Kenapa lobster air tawar mudah mati? Ini penyebab dan pencegahannya
- BNPB utamakan perbaikan tanggul jebol di Bekasi, cegah banjir susulan
- Menteri PANRB pastikan persiapan tata kelola ekosistem pendukung MBG
- SPPG Meruya Selatan akui adanya uji organoleptik menu pradistribusi
- Kapolri siapkan fitur lapor cepat pada aplikasi ojek daring untuk kamtibmas
- Kondisi Pelabuhan Tanjung Perak usai kedatangan kontainer Cs
Resep Populer
Rekomendasi

Gempa bumi dangkal, magnitudo 4,4 terjadi di Tarakan Kaltara

SPPG Polresta Pati minta maaf atas kendala distribusi MBG

CORE: Jelang Natal, pasokan

Kiat cerdas hemat biaya bulanan, manfaatkan gratis biaya admin

Kenapa lobster air tawar mudah mati? Ini penyebab dan pencegahannya

Kemendikdasmen: Pelaksanaan TKA di Papua lancar

Nikmati menu sederhana, Diddyrayakan ulang tahun ke

Dari PPKD Jaksel menuju ke Negeri Sakura