Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Tempat Makan
Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-24 00:54:47【Tempat Makan】579 orang sudah membaca
PerkenalanDirektur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menghadiri

Jakarta (ANTARA) - Misi dagang Kementerian Perdagangan RI bertajuk "Where Spices Tell Stories" ke Belanda pada 29 Oktober-1 November 2025 mencatatkan potensi transaksi senilai 14,6 juta dolar AS atau sekitar Rp239,4 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengangakan keberhasilan tersebut memberi sinyal positif bagi peningkatan ekspor sektor rempah dan bumbu Indonesia. Capaian itu juga merefleksikan tingginya minat pasar Eropa terhadap produk rempah dan bumbu Nusantara.
"Importir Eropa menilai produk rempah dan bumbu Indonesia memiliki keunggulan dari segi aroma dan kualitas. Produk kita juga berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pasar pangan organik dan berkelanjutan yang sedang berkembang pesat di Eropa," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Adapun rempah dan bumbu yang paling diminati antara lain pala, lada putih, kunyit, jahe, serta bumbu makanan siap pakai.
Potensi transaksi dicapai melalui kegiatan forum bisnis dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching) yang diselenggarakan di Indonesia House Amsterdam pada 30 Oktober 2025. Dalam forum ini, pelaku usaha Indonesia memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pembeli asal Belanda, Prancis, dan Jerman.
Misi dagang diikuti sepuluh pelaku usaha Indonesia. Para peserta misi dagang mendapat kesempatan langsung menjajaki kerja sama dagang dengan mitra Eropa, serta memperluas jejaring distribusi di Belanda yang dikenal sebagai pintu gerbang perdagangan Eropa.
Selain forum bisnis, para peserta juga mengunjungi beberapa importir besar seperti Amboina, Nesia Food BV, Bina BV, dan INA Trading/Furnilux untuk mempelajari pola impor dan distribusi produk rempah di pasar Belanda.
Sebagai bagian dari rangkaian misi dagang tersebut, Kemendag menjalin pertemuan dengan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries(CBI) dan Netherlands Enterprise Agency (RVO) pada 31 Oktober 2025.
Pertemuan membahas penguatan kelembagaan ekspor, pengembangan produk, serta akses pasar bagi sektor pertanian dan perikanan.
Suka(279)
Artikel Terkait
- Kemenpar sebut SIAL Interfood 2025 jadi ajang perkuat industri MICE
- Bank Aladin Syariah siap biayai pelaku usaha halal Rp19 miliar
- Dinkes Cianjur catat 16 siswa mendapat perawatan di puskesmas
- KemenPPPA ajak semua pihak perkuat sistem perlindungan anak
- Mendagri: Inflasi YoY Oktober masih aman di angka 2,86 persen
- Puluhan tenaga SPPG di Semarang dilatih pengelolaan pangan halal
- Bank Indonesia dorong pengembangan ekonomi lewat wisata ramah Muslim
- Resep nasi goreng buah naga yang tinggi nutrisi
- Dari PPKD Jaksel menuju ke Negeri Sakura
- Resep nasi goreng buah naga yang tinggi nutrisi
Resep Populer
Rekomendasi

Potret pembuat gelato Italia yang mengejar impian di Shanghai

Pemkab OKU Selatan luncurkan Program MBG di Rantau Panjang

ITDC: Penanganan sampah MotoGP menerapkan prinsip ekonomi sirkuler

CISDI: Cukai minuman berpemanis berpotensi tekan kasus baru diabetes

Komdigi hadirkan Garuda Spark Medan untuk pengembangan talenta digital

Sebanyak 44 SPPG di Kota Semarang ikuti bimtek sertifikasi halal

WHO: Evakuasi medis dari Jalur Gaza harus dilanjutkan

Kemenkes: Siklus penularan cacingan mudah diputus dengan kebersihan