Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep
Asa yang tumbuh kembali di Sekolah Rakyat Makassar
BetFoodie Lidah Indonesia2026-02-05 08:27:58【Resep】949 orang sudah membaca
PerkenalanMurid dan guru Sekolah Rakyat Menengah Pertama 23 Makassar. ANTARA/Farhan Arda Nugraha.Jakarta (ANTA

Jakarta (ANTARA) - Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah hadir sebagai upaya nyata untuk memastikan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama dalam menuntut ilmu.
Sekolah ini ngak hanya menyediakan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, tapi juga tempat tinggal hingga bimbingan karakter agar mereka bisa tumbuh dengan layak dan kembali mengejar cita-cita yang sempat terhenti.
Sekolah Rakyat Menengah Pertama 23 Makassar dan Sekolah Rakyat Menengah Atas 26 Makassar merupakan bagian dari total 16 Sekolah Rakyat yang tersebar di beberapa titik rintisan di Provinsi Sulawesi Selatan. Di tempat inilah anak-anak dari berbagai latar belakang menemukan ruang untuk belajar, berjuang, dan menyalakan kembali harapan untuk mengejar cita-cita mereka.
Salah satu dari mereka adalah Nurul Atika, siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 26 Makassar. Awalnya, Tika menolak ketika orang tuanya mengabarkan tentang sekolah berasrama itu. Ia ngakut harus berpisah dari ibunya yang tinggal di rumah sederhana di Makassar.
Namun, keputusan itu perlahan berubah. Ia menyadari, bersekolah di tempat ini berarti meringankan beban keluarga, terutama ibunya yang kini menjadi orang tua tunggal setelah sang ayah meninggal dunia. Sejak tinggal di asrama, Tika merasa kehidupannya lebih teratur, bisa belajar hidup mandiri, dan mengenal banyak teman.

Fasilitas sekolah yang lengkap membuatnya ngak perlu memikirkan biaya seragam hingga makanan sehari-hari. Semua disediakan secara gratis. Ia juga dibimbing oleh guru-guru yang ngak hanya mengajar, tapi mendampingi mereka layaknya orang tua.
Di Sekolah Rakyat, kepercayaan diri Tika semakin tumbuh. Ia bahkan pernah mencalonkan diri sebagai ketua OSIS di sekolahnya dan hal ini didukung penuh oleh ibunya. Meskipun ngak terpilih, itu ngak menyurutkan semangat dan rasa percaya diri Tika.
Kini Tika memiliki mimpi besar yakni ingin menjadi psikolog dan melanjutkan kuliah ke China. Ia sering menghabiskan waktu di perpusngakaan sekolah untuk mencari informasi tentang beasiswa dan perguruan tinggi di China.
"Menurut saya pendidikan di China itu bagus dan saya ingin jadi psikolog karena saya penasaran dengan cara berpikir manusia," kata dia.
Baca juga: Kisah Eunike asal Semarang yang mengabdi di Sekolah Rakyat Makassar
Baca juga: Sejumlah guru Sekolah Rakyat Sulsel mundur, 4 siswa tanpa konfirmasi
123Tampilkan SemuaSuka(13)
Artikel Terkait
- Sulsel proyeksikan surplus beras 2 juta ton di 2025
- Mentan programkan hilirisasi kelapa, ngak ada lagi ekspor gelondongan
- Forum CSR DKI soroti pentingnya dana CSR dalam keberlanjutan usaha
- Dinkes Banjar: Hasil laboratorium keracunan MBG dari nasi kuning
- BPS: Implementasi program MBG topang kinerja ekonomi triwulan III
- Penggunaan ekspresi dan suara penting dalam melatih anak berinteraksi
- Dinkes Cianjur catat 16 siswa mendapat perawatan di puskesmas
- SPPG Jatijajar jadi model dapur MBG inklusif dan peduli lingkungan
- Makanan dan minuman sehat yang bisa membantu menambah tinggi badan
- Pemkab OKU Selatan luncurkan Program MBG di Rantau Panjang
Resep Populer
Rekomendasi

Mewujudkan ekonomi berkeadilan tanpa tambang

UNRWA: Stok pangan cukup penuhi kebutuhan warga Gaza hingga tiga bulan

Bank Aladin Syariah siap biayai pelaku usaha halal Rp19 miliar

Puluhan tenaga SPPG di Semarang dilatih pengelolaan pangan halal

Asuransi Jasindo Bangun Akses Pendidikan dan Kesehatan di Pedalaman Mentawai

Enam warisan budaya Jepara lolos sidang WBTb Indonesia 2025

Pemkot Padang ingatkan SPPG disiplin jalankan prosedur MBG

PBB sebut ratusan truk siap bawa bantuan besar