Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep
Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-02-26 09:55:54【Resep】790 orang sudah membaca
PerkenalanTim ahli gizi SPPG Polda Kepulauan Babel melakukan pemorsian MBG di Pangkalpinang. ANTARA/Antara Bab

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyarankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengkonsumsi makanan maksimal dua jam setelah dibagikan.
"Jadi, makanan itu idealnya dimakan ngak lebih dari dua jam setelah dimasak, kalau memang kudapannya digoreng, itu juga harus dibatasi agar ngak dimakan siswa lebih dari empat jam," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wamen Isyana apresiasi SPPG libatkan ahli gizi identifikasi alergen
Budi memahami bahwa Program MBG baru pertama kali berjalan di Indonesia, sehingga baik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun katering masih melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
"Ini karena pertama kali di Indonesia, jadi dunia kuliner dan gizi itu kan baru pertama kali membuat makanan dengan kapasitas 3.000-4000 setiap hari, jadi, katering komersial juga mungkin belum pernah punya pengalaman itu," ujar dia.
Budi menekankan pentingnya pelatihan keamanan pangan bagi petugas SPPG agar mampu mengelola distribusi MBG dengan lebih baik.
Baca juga: Pakar BGN paparkan sejumlah peran ahli gizi dalam Program MBG
Baca juga: Gubernur Kepri ingatkan ahli gizi SPPG kontrol ketat pengolahan MBG
"Jadi perlu dilakukan pelatihan, khususnya keamanan pangan. Ada beberapa informasi di SPPG itu saat memasak butuh waktu yang lama, pemorsian di holding-nya juga terlewati waktunya, kemudian waktu pengantarannya juga, sehingga ada risiko bahwa makanan itu dikonsumsi terlalu lama, ini perlu jadi kritik bagi BGN," tuturnya.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi lebih dari 13 ribu unit.
Suka(38484)
Artikel Terkait
- Menengok suasana jelang pembukaan ajang CIIE ke
- SPPG Polresta Pati kenalkan kuliner khas daerah lewat Program MBG
- BNPB utamakan perbaikan tanggul jebol di Bekasi, cegah banjir susulan
- Kepala BPOM jelaskan potensi pengembangan ATMP ke mahasiswa Beijing
- Asa yang tumbuh kembali di Sekolah Rakyat Makassar
- Menperin sebut manufaktur jadi bukti daya saing menguat
- Menteri PANRB pastikan pemerataan MBG hingga daerah terpencil
- Dari PPKD Jaksel menuju ke Negeri Sakura
- 526 rumah di Pandeglang terdampak banjir luapan sungai Ciliman
- Gibran serahkan laptop, PC, Starlink untuk empat sekolah di Manokwari
Resep Populer
Rekomendasi

Gratis PPN rumah, bisnis properti diperkirakan semakin baik

CP Group Thailand yakin pada pasar China yang luas dan terbuka

Dari dapur saat fajar, ke meja belajar

Pemkab Bantul kumpulkan pengelola SPPG untuk evaluasi MBG

Gempa bumi dangkal, magnitudo 4,4 terjadi di Tarakan Kaltara

Penelitian ungkap berpuasa ngak ganggu kemampuan berpikir seseorang

Menteri PANRB pastikan persiapan tata kelola ekosistem pendukung MBG

IHSG BEI menguat seiring stabilitas ekonomi domestik