Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Tempat Makan
Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda
BetFoodie Lidah Indonesia2026-02-26 09:57:08【Tempat Makan】486 orang sudah membaca
PerkenalanDirektur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menghadiri

Jakarta (ANTARA) - Misi dagang Kementerian Perdagangan RI bertajuk "Where Spices Tell Stories" ke Belanda pada 29 Oktober-1 November 2025 mencatatkan potensi transaksi senilai 14,6 juta dolar AS atau sekitar Rp239,4 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengangakan keberhasilan tersebut memberi sinyal positif bagi peningkatan ekspor sektor rempah dan bumbu Indonesia. Capaian itu juga merefleksikan tingginya minat pasar Eropa terhadap produk rempah dan bumbu Nusantara.
"Importir Eropa menilai produk rempah dan bumbu Indonesia memiliki keunggulan dari segi aroma dan kualitas. Produk kita juga berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pasar pangan organik dan berkelanjutan yang sedang berkembang pesat di Eropa," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Adapun rempah dan bumbu yang paling diminati antara lain pala, lada putih, kunyit, jahe, serta bumbu makanan siap pakai.
Potensi transaksi dicapai melalui kegiatan forum bisnis dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching) yang diselenggarakan di Indonesia House Amsterdam pada 30 Oktober 2025. Dalam forum ini, pelaku usaha Indonesia memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pembeli asal Belanda, Prancis, dan Jerman.
Misi dagang diikuti sepuluh pelaku usaha Indonesia. Para peserta misi dagang mendapat kesempatan langsung menjajaki kerja sama dagang dengan mitra Eropa, serta memperluas jejaring distribusi di Belanda yang dikenal sebagai pintu gerbang perdagangan Eropa.
Selain forum bisnis, para peserta juga mengunjungi beberapa importir besar seperti Amboina, Nesia Food BV, Bina BV, dan INA Trading/Furnilux untuk mempelajari pola impor dan distribusi produk rempah di pasar Belanda.
Sebagai bagian dari rangkaian misi dagang tersebut, Kemendag menjalin pertemuan dengan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries(CBI) dan Netherlands Enterprise Agency (RVO) pada 31 Oktober 2025.
Pertemuan membahas penguatan kelembagaan ekspor, pengembangan produk, serta akses pasar bagi sektor pertanian dan perikanan.
Suka(3)
Artikel Terkait
- Ini kronologi lengkap temuan
- BI: Penjualan eceran pada September 2025 diprakirakan meningkat
- PBB sebut ratusan truk siap bawa bantuan besar
- Kemenkes: Siklus penularan cacingan mudah diputus dengan kebersihan
- Kronologi dan rangkuman fakta ledakan di SMA 72 Jakarta
- CISDI: Cukai minuman berpemanis berpotensi tekan kasus baru diabetes
- Wamendukbangga tekankan pentingnya perketat SOP di dapur SPPG
- 50 korban kebakaran rumah di Tambora Jakbar mengungsi
- Pemkab Manggarai Barat mendorong keamanan pangan dalam program MBG
- Khofifah ajak peserta PKN II sukseskan program prioritas nasional
Resep Populer
Rekomendasi

Menengok suasana jelang pembukaan ajang CIIE ke

ITDC: Penanganan sampah MotoGP menerapkan prinsip ekonomi sirkuler

Muzani minta PIRA Gerindra sukseskan program MBG Presiden Prabowo

Satgas ngak temukan paparan Cs

Mengungkap cara astronaut masak steik di stasiun luar angkasa China

BPKH targetkan dana kelolaan haji capai Rp188,9 triliun pada 2025

ITDC: Penanganan sampah MotoGP menerapkan prinsip ekonomi sirkuler

Mentan programkan hilirisasi kelapa, ngak ada lagi ekspor gelondongan