Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Tempat Makan
BKKBN: Ngak ada kasus keracunan MBG pada kelompok 3B di Jabar
BetFoodie Lidah Indonesia2026-02-26 09:59:29【Tempat Makan】515 orang sudah membaca
PerkenalanKepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat Dad

Di Jawa Barat sejauh ini belum ada. Kemarin yang sempat bermasalah itu hanya di sekolah-sekolah, tapi kami sudah deteksi, dan Alhamdulillah di Jawa Barat ngak ada
Kota Bandung (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat (Jabar) memastikan hingga saat ini ngak ada laporan kasus keracunan pada penerima manfaat Program Makanan Bergizi (MBG) untuk kelompok 3B (Bumil, Busui, dan Balita).
Kepala Perwakilan BKKBN Jabar Dadi Ahmad Roswandi menyebut penerima manfaat Program MBG pada kelompok tersebut telah mencapai 215.057 orang selama satu tahun pelaksanaan.
"Di Jawa Barat sejauh ini belum ada. Kemarin yang sempat bermasalah itu hanya di sekolah-sekolah, tapi kami sudah deteksi, dan Alhamdulillah di Jawa Barat ngak ada,” kata Dadi di Bandung, Selasa.
Baca juga: Kemendukbangga kembangkan pemantauan MBG pada kelompok 3B
Dadi menjelaskan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki tenaga ahli yang memastikan keamanan dan kualitas makanan yang diberikan.
“Di SPPG itu ada kepala SPPG dan ahli-ahli gizinya. Kami percaya bahwa para ahli gizi sudah memenuhi standar, apalagi sekarang ada satgas dari Kementerian Kesehatan dan Badan POM. Jadi kami yakin dan percaya bahwa apa yang disajikan kepada ibu hamil sudah memenuhi kaidah-kaidah kesehatan,” ujarnya.
Ia menambahkan BKKBN Jabar telah menyiapkan mekanisme tanggap cepat apabila terjadi kasus keracunan terhadap kelompok 3B.
Baca juga: Kemendukbangga berikan insentif kader distribusikan MBG
“Nah, kita kan punya satgas, punya helpdesk, dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang rumahnya ngak jauh dari sasaran. Jadi kalau ada kejadian seperti itu, kita bisa cepat bergerak,” ucap Dadi.
Dadi berharap dengan adanya Program MBG yang menyasar elompok 3B dapat menjadi harapan terjadi penurunan signifikan terhadap prevalensi stunting di Jawa Barat.
“Kami berharap angka stunting berkat Program MBG dapat mencapai 14 persen dari angka saat ini yang masih di angka 15,9 persen,” katanya.
Baca juga: DPR RI: Program MBG kelompok 3B perlu diperkuat untuk cegah stunting
Suka(2789)
Artikel Terkait
- Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
- Hukum kemarin, KA Harina tabrak truk hingga vonis eks Kapolres Ngada
- Unilever tuntaskan lepas bisnis es krim Rp7 T ke Magnum di akhir 2025
- Dokter tegaskan pentingnya pencegahan osteoporosis sejak dini
- Pedagang pasar Legi Parakan gelar kirab seratus tumpeng
- BPKN siap panggil Aqua terkait dugaan sumber air dari sumur bor
- Ibu Negara Brasil bagikan indikator penting untuk nilai kesuksesan MBG
- Wamendukbangga bagikan MBG untuk balita dan ibu hamil di Tanjungpinang
- Program MBG di NTB serap 17.434 tenaga kerja, hidupi keluarga lokal
- Menhan pastikan pembangunan Yonif Teritorial TP 821 berjalan baik
Resep Populer
Rekomendasi

PBB sebut bantuan ke Gaza masih terus dihalangi

Kementerian UMKM sebut realisasi KUR sektor produksi capai 70 persen

Terumbu karang Laut Merah tunjukkan kekebalan terhadap pemutihan

BNPB salurkan bantuan logistik pascabanjir untuk warga Aceh Jaya

Kasus ompreng MBG palsu, BGN tegaskan bahan harus stainless steel 304

Sejumlah kalangan sebut peluang pemanfaatan sawit untuk produk UMKM

Dinkes: 83 SPPG di Tangerang mendaftar penerbitan SLHS MBG

Terumbu karang Laut Merah tunjukkan kekebalan terhadap pemutihan