Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda
BetFoodie Lidah Indonesia2026-02-06 15:37:14【Kabar Kuliner】658 orang sudah membaca
PerkenalanDirektur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menghadiri

Jakarta (ANTARA) - Misi dagang Kementerian Perdagangan RI bertajuk "Where Spices Tell Stories" ke Belanda pada 29 Oktober-1 November 2025 mencatatkan potensi transaksi senilai 14,6 juta dolar AS atau sekitar Rp239,4 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengangakan keberhasilan tersebut memberi sinyal positif bagi peningkatan ekspor sektor rempah dan bumbu Indonesia. Capaian itu juga merefleksikan tingginya minat pasar Eropa terhadap produk rempah dan bumbu Nusantara.
"Importir Eropa menilai produk rempah dan bumbu Indonesia memiliki keunggulan dari segi aroma dan kualitas. Produk kita juga berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pasar pangan organik dan berkelanjutan yang sedang berkembang pesat di Eropa," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Adapun rempah dan bumbu yang paling diminati antara lain pala, lada putih, kunyit, jahe, serta bumbu makanan siap pakai.
Potensi transaksi dicapai melalui kegiatan forum bisnis dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching) yang diselenggarakan di Indonesia House Amsterdam pada 30 Oktober 2025. Dalam forum ini, pelaku usaha Indonesia memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pembeli asal Belanda, Prancis, dan Jerman.
Misi dagang diikuti sepuluh pelaku usaha Indonesia. Para peserta misi dagang mendapat kesempatan langsung menjajaki kerja sama dagang dengan mitra Eropa, serta memperluas jejaring distribusi di Belanda yang dikenal sebagai pintu gerbang perdagangan Eropa.
Selain forum bisnis, para peserta juga mengunjungi beberapa importir besar seperti Amboina, Nesia Food BV, Bina BV, dan INA Trading/Furnilux untuk mempelajari pola impor dan distribusi produk rempah di pasar Belanda.
Sebagai bagian dari rangkaian misi dagang tersebut, Kemendag menjalin pertemuan dengan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries(CBI) dan Netherlands Enterprise Agency (RVO) pada 31 Oktober 2025.
Pertemuan membahas penguatan kelembagaan ekspor, pengembangan produk, serta akses pasar bagi sektor pertanian dan perikanan.
Suka(8174)
Artikel Terkait
- Mengungkap cara astronaut masak steik di stasiun luar angkasa China
- Puluhan tenaga SPPG di Semarang dilatih pengelolaan pangan halal
- Pengelola SPPG di Lebak pasok bahan baku MBG dari luar
- SPPG Jatijajar jadi model dapur MBG inklusif dan peduli lingkungan
- KSP bantu pengembangan UKS SMA Negeri 1 Tanjungpandan
- Kemenperin catat ragam komitmen investasi industri di World Expo Osaka
- PBB siapkan rencana bantuan besar untuk Gaza usai gencatan senjata
- Muzani minta PIRA Gerindra sukseskan program MBG Presiden Prabowo
- BPS: Konsumsi rumah tangga kuartal III melambat karena siklus musiman
- China catat pertumbuhan konsumsi yang stabil di liburan Hari Nasional
Resep Populer
Rekomendasi

Kasus ompreng MBG palsu, BGN tegaskan bahan harus stainless steel 304

Pemprov Jateng buka "hotline" aduan keracunan menu MBG

Puluhan tenaga SPPG di Semarang dilatih pengelolaan pangan halal

Wamendukbangga tekankan pentingnya perketat SOP di dapur SPPG

Kapolda: 80 persen SPPG sudah terbentuk di Aceh, guna dukung MBG

Dinkes Cianjur catat 16 siswa mendapat perawatan di puskesmas

Rayakan 80 tahun perangi kelaparan, FAO gelar pameran global di Roma

Kemenkes: Siklus penularan cacingan mudah diputus dengan kebersihan