Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep
Asa yang tumbuh kembali di Sekolah Rakyat Makassar
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-18 13:08:58【Resep】004 orang sudah membaca
PerkenalanMurid dan guru Sekolah Rakyat Menengah Pertama 23 Makassar. ANTARA/Farhan Arda Nugraha.Jakarta (ANTA

Jakarta (ANTARA) - Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah hadir sebagai upaya nyata untuk memastikan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama dalam menuntut ilmu.
Sekolah ini ngak hanya menyediakan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, tapi juga tempat tinggal hingga bimbingan karakter agar mereka bisa tumbuh dengan layak dan kembali mengejar cita-cita yang sempat terhenti.
Sekolah Rakyat Menengah Pertama 23 Makassar dan Sekolah Rakyat Menengah Atas 26 Makassar merupakan bagian dari total 16 Sekolah Rakyat yang tersebar di beberapa titik rintisan di Provinsi Sulawesi Selatan. Di tempat inilah anak-anak dari berbagai latar belakang menemukan ruang untuk belajar, berjuang, dan menyalakan kembali harapan untuk mengejar cita-cita mereka.
Salah satu dari mereka adalah Nurul Atika, siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 26 Makassar. Awalnya, Tika menolak ketika orang tuanya mengabarkan tentang sekolah berasrama itu. Ia ngakut harus berpisah dari ibunya yang tinggal di rumah sederhana di Makassar.
Namun, keputusan itu perlahan berubah. Ia menyadari, bersekolah di tempat ini berarti meringankan beban keluarga, terutama ibunya yang kini menjadi orang tua tunggal setelah sang ayah meninggal dunia. Sejak tinggal di asrama, Tika merasa kehidupannya lebih teratur, bisa belajar hidup mandiri, dan mengenal banyak teman.

Fasilitas sekolah yang lengkap membuatnya ngak perlu memikirkan biaya seragam hingga makanan sehari-hari. Semua disediakan secara gratis. Ia juga dibimbing oleh guru-guru yang ngak hanya mengajar, tapi mendampingi mereka layaknya orang tua.
Di Sekolah Rakyat, kepercayaan diri Tika semakin tumbuh. Ia bahkan pernah mencalonkan diri sebagai ketua OSIS di sekolahnya dan hal ini didukung penuh oleh ibunya. Meskipun ngak terpilih, itu ngak menyurutkan semangat dan rasa percaya diri Tika.
Kini Tika memiliki mimpi besar yakni ingin menjadi psikolog dan melanjutkan kuliah ke China. Ia sering menghabiskan waktu di perpusngakaan sekolah untuk mencari informasi tentang beasiswa dan perguruan tinggi di China.
"Menurut saya pendidikan di China itu bagus dan saya ingin jadi psikolog karena saya penasaran dengan cara berpikir manusia," kata dia.
Baca juga: Kisah Eunike asal Semarang yang mengabdi di Sekolah Rakyat Makassar
Baca juga: Sejumlah guru Sekolah Rakyat Sulsel mundur, 4 siswa tanpa konfirmasi
123Tampilkan SemuaSuka(8419)
Sebelumnya: BGN izinkan kembali operasional SPPG Sungai Lakam
Selanjutnya: 2.031 anak terima manfaat MBG Polres Solok Selatan
Artikel Terkait
- Wamen Kabinet Merah Putih dukung ajang JMFW 2026
- Cegah keracunan MBG, Pemkot Bontang perketat pengawasan izin SLHS
- Iran kecam pelanggaran berulang Israel terhadap gencatan senjata di Gaza
- PBB catat peningkatan kecepatan pengiriman bantuan di Gaza
- HMI: MBG bisa hadirkan generasi sehat dan berdaulat
- Akademisi: Setahun pemerintahan Prabowo entas kemiskinan di Papua
- Kisah perempuan Gaza: Menjaga asa sebagai ibu dan dokter saat konflik
- Danone ajak orang tua sadar tanda alergi susu sapi sejak dini
- Berbagai produk terbaru debut di ajang CIIE kedelapan di Shanghai
- Menko Polkam: Negara kondusif selama setahun kepemimpinan Prabowo
Resep Populer
Rekomendasi

Kapolri cek langsung kesiapan sarpras tanggap darurat bencana

Wajah baru TNI setahun di bawah kepemimpinan Prabowo

Produk olahan rempah Indonesia dilirik pasar Timur Tengah dan Afrika

Akademisi: Setahun pemerintahan Prabowo entas kemiskinan di Papua

Petugas PPSU bersihkan sisa puing kebakaran rumah di Utan Kayu Selatan

Prabowo: Kasus keracunan MBG masih dalam batas ilmiah

Perpres Tata Kelola MBG tetapkan larangan masak sebelum pukul 12 malam

KKP: Ribuan kontainer udang asal Indonesia boleh masuk AS