Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Sehat
Program MBG di Banjarmasin telah menyasar 66 ribu penerima manfaat
BetFoodie Lidah Indonesia2026-02-26 09:59:13【Sehat】377 orang sudah membaca
PerkenalanSiswa di Kota Banjarmasin, Kalsel saat menikmati program makanan bergizi gratis. ANTARA/HO-Dokumen .

...Kita sudah buat draf SOP agar program MBG bisa terlaksana dengan baik di semua sekolah
Banjarmasin (ANTARA) - Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan Ryan Utama menyampaikan, program makanan bergizi gratis (MBG) di kotanya telah menyasar sebanyak 66 ribu penerima manfaat, yakni siswa dari berbagai tingkatan.
"Ada sebanyak 23 dapur MBG yang sudah beroperasi untuk melayani puluhan ribu siswa," ujarnya di Banjarmasin, Selasa.
Menurut dia, program MBG yang digalakkan sejak awal tahun 2025 ini ke sekolah-sekolah di kotanya terus meluas dari semua tingkatan sekolah dan berjalan lancar.
"Alhamdulillah, sejauh ini semua berjalan lancar," paparnya.
Sebagai dukungan Pemkot Banjarmasin atas program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini, ungkap dia, Pemkot melalui instansinya menyiapkan langkah dengan menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) pelaksanaan program MBG tersebut di sekolah-sekolah.
Baca juga: Wali Kota Kupang mendorong percepatan SLHS bagi SPPG
Penyusunan SOP dilakukan agar pelaksanaan MBG berjalan tepat sasaran, ngak asal-asalan dan menghindari terjadinya hal-hal yang diinginkan.
“Kita sudah buat draf SOP agar program MBG bisa terlaksana dengan baik di semua sekolah,” ungkap Ryan.
Dia mengharapkan, dalam waktu dekat akan dijalankan.
"SOP yang disiapkan yakni dalam setiap pembagian MBG, guru kelas wajib mendampingi dan mengarahkan murid untuk mengecek makanan lebih dulu, mencium aroma, memperhatikan kondisi fisik dan memastikan ngak ada hal yang mencurigakan," tuturnya.
Baca juga: Menteri PANRB pastikan pemerataan MBG hingga daerah terpencil
Hal ini berkaca pascainsiden dugaan keracunan siswa beberapa waktu lalu. Makanya, pihak Disdik Banjarmasin menyusun SOP baru kepada setiap sekolah.
Menurut dia, ini upaya preventif Disdik untuk menumbuhkan kewaspadaan di kalangan siswa, agar ngak langsung mengkonsumsi makanan tanpa memperhatikan kondisi kelayakannya.
"Soalnya rentan, anak-anak biasanya langsung makan tanpa tahu mana makanan yang layak dan sudah ngak layak. Dan dengan pendampingan guru, kami ingin mencegah hal-hal yang ngak diinginkan dan dikhawatirkan terjadi," demikian katanya.
Baca juga: Pemkab Manggarai Barat mendorong keamanan pangan dalam program MBG
Suka(15)
Artikel Terkait
- Menengok suasana jelang pembukaan ajang CIIE ke
- PBB sebut situasi di Darfur Utara di Sudan masih "katastropik"
- Pengamat: Kopdes Merah Putih modal untuk bangun ekonomi berbasis lokal
- Berburu mineral strategis, langkah Indonesia kuasai teknologi
- BPS: Implementasi program MBG topang kinerja ekonomi triwulan III
- Baznas RI terjunkan tim bantu warga terdampak banjir Cisolok Sukabumi
- Solar subsidi denyutkan nadi nelayan Indramayu untuk menjemput rezeki
- BGN sosialisasikan revisi penerima MBG
- Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda
- Protein hewani mudah diserap tubuh dan bantu pertumbuhan anak
Resep Populer
Rekomendasi

Nikmati menu sederhana, Diddyrayakan ulang tahun ke

Pengamat: Kopdes Merah Putih modal untuk bangun ekonomi berbasis lokal

Segera Hadir, Terobosan Pengukuran Warna: HunterLab Agera L2

Seluruh siswa Saptosari DIY sehat kembali usai keluhan hidangan MBG

Kuliner khas mancanegara pikat pengunjung di ajang CIIE kedelapan

Kemarin, alasan penerbitan PP 38/2025 hingga anggota DPR nonaktif

Kemendagri: Luwu Timur paling siap jalankan program MBG daerah 3T

Pembalap Mandalika Racing dirawat di rumah sakit karena kecelakaan