Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep
SPPG Tanbu perketat pengawasan kualitas MBG sebelum didistribusikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-18 13:30:44【Resep】194 orang sudah membaca
PerkenalanPejabat Sementara Kasi Dokkes AIPDA Yundha Wijaya (kanan) melakukan uji sampel MBG untuk memastikan

Batulicin, Kalsel (ANTARA) - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemala Bhayangkari Polres Tanah Bumbu, Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) memperketat pengawasan kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melakukan uji sampel makanan sebelum paket didistribusikan ke penerima manfaat.
Pejabat Sementara Kasi Dokkes Polres Tanah Bumbu Aipda Yundha Wijaya di Batulicin, Selasa, mengangakan ada dua tahap uji sampel makanan untuk memastikan bahwa makanan tersebut benar benar aman sebelum dikonsumsi.
Baca juga: Pemkab Tanah bumbu anggarkan dana Rp64 miliar untuk Program MBG
"Tahap pertama yang dilakukan pengecekan organoleptik terdiri atas pemeriksaan bau, rasa dan tekstur makanan dicek langsung oleh petugas ahli dari Dokkes," kata Yundha.
Selanjutnya, tahap kedua, petugas Dokkes mengambil 10-20 gram sampel makanan dicampur air dan dihancurkan, kemudian dimasukkan ke tabung reaksi untuk deteksi zat berbahaya seperti arsen, sianida, nitrit formalin.
Hasilnya, jika sampel yang diuji menunjukkan reaksi warna yang melebihi ambang batas bahaya, makanan tersebut ngak didistribusikan.
"Sejak dioperasikan pada 8 September 2025, SPPG Kemala Bhayangkari Polres Tanah Bumbu terus menerapkan sistem food safetyuntuk menjamin kualitas dan higienitas makanan," kata Yundha.
Yudha melanjutkan sebelum makanan bergizi gratis sampai di tangan penerima manfaat, tim SPPG telah menjalankan serangkaian tahapan ketat yang dilakukan oleh sebanyak 42 orang yang bertugas di delapan divisi SPPG Kemala Bhayangkari.
Baca juga: KLH kembangkan percontohan pengelolaan sampah di Tanah Bumbu
Baca juga: Pemkab Tanah bumbu anggarkan dana Rp64 miliar untuk Program MBG
Delapan divisi tersebut terdiri atas tim persiapan sebanyak tujuh orang, tim masak sebanyak delapan orang, tim pemeriksaan sebanyak sembilan orang, tim mencuci alat makanan delapan orang, tim pengantar atau distribusi empat orang dan dua orang office boy dan keamanan.
"SPPG juga diwajibkan memiliki tiga sertifikat, yakni Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), sertifikat halal dan seluruh proses sertifikasi saat ini dalam proses," ujarnya.
Suka(551)
Sebelumnya: Keracunan menu MBG, Jakbar periksa keterlibatan produk UMKM
Selanjutnya: CORE: Jelang Natal, pasokan
Artikel Terkait
- Sulsel proyeksikan surplus beras 2 juta ton di 2025
- DPR ingatkan Kemenhan agar gandeng BPOM distribusi vitamin ke SPPG
- KSP bantu pengembangan UKS SMA Negeri 1 Tanjungpandan
- Kuliner khas mancanegara pikat pengunjung di ajang CIIE kedelapan
- Baru tiga SPPG kantongi SLHS, Pemprov DIY ungkap kendalanya
- Menteri PU tinjau pembangunan floodway atasi banjir di Medan
- Berbagai produk terbaru debut di ajang CIIE kedelapan di Shanghai
- BSI target nilai bisnis emas mencapai Rp100 triliun pada 2030
- Warga Taiwan Berbondong
- Literasi bisnis dinilai penting tingkatkan daya saing pelaku ekraf
Resep Populer
Rekomendasi

Begini cara memisahkan tulang ceker ayam agar mudah diolah

Khawatir ada sabotase, MPSI minta aparat telusuri jaringan dapur MBG

Komdigi hadirkan Garuda Spark Medan untuk pengembangan talenta digital

PBB sebut bantuan ke Gaza masih terus dihalangi

BI Jatim: Penguatan investasi manufaktur kunci pertumbuhan ekonomi

Kementerian HAM pastikan pemulihan korban ledakan di SMAN 72 Jakarta

Menlu Belanda harap rencana Trump permudah akses bantuan ke Gaza

Literasi bisnis dinilai penting tingkatkan daya saing pelaku ekraf