Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
Ekonomi TW
BetFoodie Lidah Indonesia2026-02-26 08:21:14【Resep Pembaca】291 orang sudah membaca
PerkenalanTangkapan layar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud memaparkan materi ko

Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekonomi Indonesia pada triwulan III 2025 tumbuh 5,04 persen secara tahunan (year on year/yoy) dengan sumber pertumbuhan tertinggi berasal dari konsumsi rumah tangga yakni sebesar 2,54 persen.
“Jika dilihat dari sumber pertumbuhan pada triwulan III 2025, konsumsi rumah tangga masih menjadi sumber pertumbuhan utama atau sumber pertumbuhan terbesar, yaitu 2,54 persen,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.
Selain itu konsumsi rumah tangga, pertumbuhan ekonomi triwulan III 2025 juga ditopang oleh komponen net ekspor dengan sumber pertumbuhan sebesar 2,15 persen dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 1,59 persen.
Secara struktur, konsumsi rumah tangga menyumbang 53,14 persen terhadap total produk domestik bruto (PDB), diikuti PMTB 29,09 persen dan ekspor 23,64 persen.
Baca juga: BPS: Indeks Pembangunan Manusia tahun 2025 capai 75,90
Pertumbuhan konsumsi rumah tangga secara tahunan (yoy) mencapai 4,89 persen, didorong peningkatan transportasi dan komunikasi, serta restoran dan hotel, sejalan dengan meningkatnya mobilitas penduduk dan aktivitas wisatawan domestik.
Dari sisi produksi atau lapangan usaha, industri pengolahan menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi triwulan III dengan andil 1,13 persen.
Kontribusi industri pengolahan terhadap total PDB mencapai 19,15 persen. Selain itu, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan, yang jika ditotal bersama industri pengolahan menyumbang 65,02 persen dari PDB.
12Tampilkan SemuaSuka(18924)
Artikel Terkait
- Kemenpar sebut SIAL Interfood 2025 jadi ajang perkuat industri MICE
- Hari pangan dunia untuk Asta Cita
- Deputi BGN tinjau SPPG di Banyuwangi, ingatkan standar Program MBG
- Ini dampak buruk konsumsi gluten dan dairy bagi penderita alergi
- Kepala BPOM jelaskan potensi pengembangan ATMP ke mahasiswa Beijing
- Hari Pangan Sedunia, masih ada 673 juta orang tidur kelaparan
- BKKBN laksanakan program PASTI percepat penurunan stunting di Kalbar
- Ahli gizi dorong masyarakat kembali ke pola makan tradisional Asia
- Stafsus: MBG
- Dinkes Sumsel temukan 390.354 kasus ISPA hingga September 2025
Resep Populer
Rekomendasi

Menteri PPPA prioritaskan perlindungan anak dalam insiden di SMAN 72

Pembuat film "Pengin Hijrah" dipuji promosikan wisata Uzbekistan

Ini dampak buruk konsumsi gluten dan dairy bagi penderita alergi

Dinkes DKI lakukan monev pantau kasus COVID dan ISPA

Kepala BPOM jelaskan potensi pengembangan ATMP ke mahasiswa Beijing

Promo SPayLater bayar QRIS, nikmati diskon hemat Serba Seribu

Ini yang terjadi jika makan cokelat sebelum tidur

Prabowo perketat SOP MBG, cegah insiden keracunan hingga "zero" kasus