Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda
BetFoodie Lidah Indonesia2026-02-26 09:59:28【Resep Pembaca】730 orang sudah membaca
PerkenalanDirektur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menghadiri

Jakarta (ANTARA) - Misi dagang Kementerian Perdagangan RI bertajuk "Where Spices Tell Stories" ke Belanda pada 29 Oktober-1 November 2025 mencatatkan potensi transaksi senilai 14,6 juta dolar AS atau sekitar Rp239,4 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengangakan keberhasilan tersebut memberi sinyal positif bagi peningkatan ekspor sektor rempah dan bumbu Indonesia. Capaian itu juga merefleksikan tingginya minat pasar Eropa terhadap produk rempah dan bumbu Nusantara.
"Importir Eropa menilai produk rempah dan bumbu Indonesia memiliki keunggulan dari segi aroma dan kualitas. Produk kita juga berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pasar pangan organik dan berkelanjutan yang sedang berkembang pesat di Eropa," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Adapun rempah dan bumbu yang paling diminati antara lain pala, lada putih, kunyit, jahe, serta bumbu makanan siap pakai.
Potensi transaksi dicapai melalui kegiatan forum bisnis dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching) yang diselenggarakan di Indonesia House Amsterdam pada 30 Oktober 2025. Dalam forum ini, pelaku usaha Indonesia memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pembeli asal Belanda, Prancis, dan Jerman.
Misi dagang diikuti sepuluh pelaku usaha Indonesia. Para peserta misi dagang mendapat kesempatan langsung menjajaki kerja sama dagang dengan mitra Eropa, serta memperluas jejaring distribusi di Belanda yang dikenal sebagai pintu gerbang perdagangan Eropa.
Selain forum bisnis, para peserta juga mengunjungi beberapa importir besar seperti Amboina, Nesia Food BV, Bina BV, dan INA Trading/Furnilux untuk mempelajari pola impor dan distribusi produk rempah di pasar Belanda.
Sebagai bagian dari rangkaian misi dagang tersebut, Kemendag menjalin pertemuan dengan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries(CBI) dan Netherlands Enterprise Agency (RVO) pada 31 Oktober 2025.
Pertemuan membahas penguatan kelembagaan ekspor, pengembangan produk, serta akses pasar bagi sektor pertanian dan perikanan.
Suka(353)
Sebelumnya: Stafsus: MBG
Selanjutnya: SPPG Mabes Polri di Rejang Lebong Bengkulu jamin keamanan pangan MBG
Artikel Terkait
- SPPG Meruya Selatan akui adanya uji organoleptik menu pradistribusi
- Dinkes Kota Malang: Penerbitan SLHS memperhatikan sejumlah indikator
- Waspadai akrilamida, zat berbahaya pemicu kanker di makanan harian
- Kiat mengonsumsi ramen dengan pilihan lebih sehat
- BGN beri bimbingan teknis kepada penjamah makanan di Lampung
- Menyantap makan malam sambil jelajahi wahana berhantu
- Anggota Komisi VII DPR: Maksimalkan promosi wisata Kalbar lewat medsos
- BBPOM Makassar gagalkan peredaran ribuan kosmetik TIE di Sidrap
- BGN beri bimbingan teknis kepada penjamah makanan di Lampung
- Kemenag: 5.623 peserta didik madrasah Batam terima manfaat Program MBG
Resep Populer
Rekomendasi

Resep roti tawar rasa kopi ala Roti O, cocok untuk sarapan dan ngopi

Realisasi investasi triwulan III di Sumut capai Rp42,36 triliun

Wamenkum minta aturan soal industri tembakau disusun ekstra hati

Bupati Banyuwangi ingatkan SPPG utamakan kualitas makanan program MBG

DPR dorong kemandirian gula nasional dari hulu ke hilir

BGN proses penonaktifan pelaku pelecehan verbal pegawai SPPG

KAI pastikan pengembalian tiket 100 persen imbas banjir di Semarang

Grab tanggapi rencana pemerintah terbitkan perpres kesejahteraan ojol