Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Sehat
Pemkab Bantul kumpulkan pengelola SPPG untuk evaluasi MBG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-02-05 10:12:41【Sehat】211 orang sudah membaca
PerkenalanBupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih disela menjalankan tugas di Bantul. AN

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, segera mengumpulkan para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tersebut untuk melakukan evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, di Bantul, Selasa, mengangakan langkah mengumpulkan para pengelola SPPG MBG tersebut salah satunya menindaklanjuti adanya laporan keracunan makanan yang dialami siswa yang diduga setelah menyantap makanan MBG di wilayah Kecamatan Jetis.
"Masalah Makan Bergizi Gratis ini harus terus kita evaluasi, kita pantau kita cari apa penyebab sesungguhnya, maka kita akan rapat tentang Program MBG dengan mengundang semua penanggung jawab SPPG," katanya.
Bupati menargetkan dalam waktu dekat atau dalam minggu ini dapat mengundang para pengelola SPPG di Bantul, mengenai masalah atau kendala yang dihadapi termasuk mencari solusi bila ada persoalan dalam menjalankan proyek nasional tersebut.
Baca juga: BGN perkuat pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bantul
"Para penanggung jawab SPPG yang ada di Bantul coba kita tanya satu per satu apa problemnya, apa masalahnya, kok masih saja terjadi laporan itu (keracunan)," katanya.
Menurut dia, laporan keracunan makanan yang dialami siswa diduga usai menyantap MBG memang bukan gambaran semua SPPG, melainkan hanya beberapa peristiwa, dan bukan representasi dari semuanya.
"Ini kecelakaan, tapi bagaimanapun karena ini menyangkut kesehatan anak-anak kita, pastilah harus kita cari solusinya, kita temukan penyebabnya apa kok masih saja terjadi keracunan seperti ini," katanya.
Sementara itu, terkait dengan laporan ratusan siswa di salah satu SMA negeri di Jetis yang diduga keracunan makanan pada Jumat (31/10), Bupati mengangakan sudah dilakukan asesmen oleh pihak terkait, dan ngak ada yang perlu menjalani rawat inap.
Baca juga: Bantul awasi pemberian MBG di sekolah meski bukan kewenangan daerah
"Sudah diasesmen dan Alhamdulillah ngak ada yang perlu dirawat inap, artinya mereka yang masih muda tentu imunitas masih kuat, tapi kan kita harus mengantisipasi lebih jauh, jangan sampai ada keracunan lagi," katanya.
Suka(6716)
Sebelumnya: Ini kronologi lengkap temuan
Selanjutnya: BPS: Implementasi program MBG topang kinerja ekonomi triwulan III
Artikel Terkait
- 56 UMKM di Jakbar ikuti pelatihan komoditi makanan
- Pemprov Jateng buka "hotline" aduan keracunan menu MBG
- Pemkab OKU Selatan luncurkan Program MBG di Rantau Panjang
- Pemkot Padang ingatkan SPPG disiplin jalankan prosedur MBG
- SPPG Polresta Pati kenalkan kuliner khas daerah lewat Program MBG
- Mendagri ingatkan pemda efisiensikan belanja birokrasi
- Mau kurangi konsumsi nasi? Coba 7 sumber karbohidrat sehat ini
- Empat ekor beruang muncul di perkebunan warga di Agam
- Rekomendasi tanaman hias daun lebar yang bikin rumah lebih hidup
- Forum CSR DKI soroti pentingnya dana CSR dalam keberlanjutan usaha
Resep Populer
Rekomendasi

Asuransi Jasindo Bangun Akses Pendidikan dan Kesehatan di Pedalaman Mentawai

BGN: Sudah ada 17 SPPG mendaftar di Pasaman Barat

UNRWA: Stok pangan cukup penuhi kebutuhan warga Gaza hingga tiga bulan

Pengelola SPPG Blora sesali video inspeksi viral timbulkan kegaduhan

PBB sebut bantuan ke Gaza masih terus dihalangi

Wamendukbangga tekankan pentingnya perketat SOP di dapur SPPG

Polres Banjar siapkan posko untuk siswa korban keracunan MBG

Polres Banjar siapkan posko untuk siswa korban keracunan MBG