Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep
Pemkab Bantul kumpulkan pengelola SPPG untuk evaluasi MBG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-02-05 10:10:38【Resep】528 orang sudah membaca
PerkenalanBupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih disela menjalankan tugas di Bantul. AN

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, segera mengumpulkan para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tersebut untuk melakukan evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, di Bantul, Selasa, mengangakan langkah mengumpulkan para pengelola SPPG MBG tersebut salah satunya menindaklanjuti adanya laporan keracunan makanan yang dialami siswa yang diduga setelah menyantap makanan MBG di wilayah Kecamatan Jetis.
"Masalah Makan Bergizi Gratis ini harus terus kita evaluasi, kita pantau kita cari apa penyebab sesungguhnya, maka kita akan rapat tentang Program MBG dengan mengundang semua penanggung jawab SPPG," katanya.
Bupati menargetkan dalam waktu dekat atau dalam minggu ini dapat mengundang para pengelola SPPG di Bantul, mengenai masalah atau kendala yang dihadapi termasuk mencari solusi bila ada persoalan dalam menjalankan proyek nasional tersebut.
Baca juga: BGN perkuat pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bantul
"Para penanggung jawab SPPG yang ada di Bantul coba kita tanya satu per satu apa problemnya, apa masalahnya, kok masih saja terjadi laporan itu (keracunan)," katanya.
Menurut dia, laporan keracunan makanan yang dialami siswa diduga usai menyantap MBG memang bukan gambaran semua SPPG, melainkan hanya beberapa peristiwa, dan bukan representasi dari semuanya.
"Ini kecelakaan, tapi bagaimanapun karena ini menyangkut kesehatan anak-anak kita, pastilah harus kita cari solusinya, kita temukan penyebabnya apa kok masih saja terjadi keracunan seperti ini," katanya.
Sementara itu, terkait dengan laporan ratusan siswa di salah satu SMA negeri di Jetis yang diduga keracunan makanan pada Jumat (31/10), Bupati mengangakan sudah dilakukan asesmen oleh pihak terkait, dan ngak ada yang perlu menjalani rawat inap.
Baca juga: Bantul awasi pemberian MBG di sekolah meski bukan kewenangan daerah
"Sudah diasesmen dan Alhamdulillah ngak ada yang perlu dirawat inap, artinya mereka yang masih muda tentu imunitas masih kuat, tapi kan kita harus mengantisipasi lebih jauh, jangan sampai ada keracunan lagi," katanya.
Suka(35)
Sebelumnya: KKP ungkap upaya atasi Cs
Selanjutnya: Menteri PPPA prioritaskan perlindungan anak dalam insiden di SMAN 72
Artikel Terkait
- KLH ungkap kondisi Tanjung Perak usai kedatangan kontainer Cs
- BRIN temukan penggunaan "test kit" kurang sesuai dalam kegiatan MBG
- BPKP Kalbar awasi kualitas gizi dan akuntabilitas program MBG
- SPPG Polri terapkan standar “food safety” untuk program MBG
- BPS: Implementasi program MBG topang kinerja ekonomi triwulan III
- Pemkot Banjarmasin: Puluhan siswa alami mual sebelum MBG dibagikan
- Ibu Negara Brasil bagikan indikator penting untuk nilai kesuksesan MBG
- BGN gelar bimtek penjamah makanan program MBG di Bekasi
- SPPG diingatkan olah limbah MBG dengan baik, jangan cemari lingkungan
- PBB: Bantuan Gaza terhambat karena penutupan perbatasan
Resep Populer
Rekomendasi

368 siswa SDN 5 Mataram terima MBG

Warga terdampak cuaca ekstrem di Kabupaten Bekasi capai 304 orang

Ibu Negara Brasil berpesan utamakan pangan lokal untuk kesuksesan MBG

Ahli: Hirup mikroplastik jangka panjang berisiko picu penyakit paru

5 makanan sehat ala Jepang, benarkah jadi resep umur panjang?

Unilever tuntaskan lepas bisnis es krim Rp7 T ke Magnum di akhir 2025

RI menyiapkan 500 ribu tenaga kerja terampil dikirim ke luar negeri

BGN tegaskan ngak ada SPPG yang boleh memasak sebelum jam 12 malam