Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Sehat
BPS ungkap Oktober selalu alami inflasi bulanan, kecuali pada 2022
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-18 11:52:29【Sehat】894 orang sudah membaca
PerkenalanPramuniaga melakukan siaran langsung penjualan perhiasan emas di sebuah gerai di Kota Malang, Jawa T

Jakarta (ANTARA) - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini mengangakan bahwa inflasi bulanan secara konsisten terjadi setiap Oktober selama empat tahun terakhir, kecuali pada Oktober 2022.
“Secara historis, pada setiap Oktober sejak 2021 hingga 2025 ini mengalami inflasi, kecuali pada Oktober 2022 yang mengalami deflasi,” kata Pudji Ismartini di Jakarta, Senin.
Ia mengangakan bahwa inflasi pada Oktober 2025 menjadi yang tertinggi dibandingkan tingkat inflasi pada Oktober 2021-2024, mencapai 0,28 persen month-to-month(mtm).
Ia juga mengangakan tingkat inflasi tersebut disumbangkan oleh emas perhiasan (0,21 persen), cabai merah (0,06 persen), telur ayam ras (0,04 persen), daging ayam ras (0,02 persen), serta wortel (0,01 persen).
Sementara itu, BPS mencatat inflasi bulanan pada Oktober 2021 mencapai 0,12 persen mtm, yang dipicu oleh kenaikan harga cabai merah dan minyak goreng yang memiliki andil inflasi masing-masing sebesar 0,05 persen.
Tarif angkutan udara juga berkontribusi terhadap inflasi pada bulan tersebut sebesar 0,03 persen, daging ayam ras sebesar 0,02 persen dan rokok kretek filter sebesar 0,01 persen.
Setahun kemudian, pada Oktober 2022, justru terjadi deflasi sebesar 0,11 persen mtm. Namun, sejumlah komoditas masih memberikan andil inflasi, seperti beras dan bensin masing-masing sebesar 0,03 persen, serta tukang bukan mandor, bahan bakar rumah tangga, dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01 persen.
Pudji mengangakan tren inflasi kembali muncul pada Oktober 2023 dengan tingkat inflasi 0,17 persen mtm dengan beras, bensin, cabai rawit, tarif angkutan udara, dan cabai merah menjadi pendorong utama.
Ia juga mengangakan masing-masing komoditas berkontribusi terhadap inflasi sebesar 0,06 persen, 0,04 persen, 0,03 persen, 0,02 persen, dan 0,01 persen.
Sementara itu, pada Oktober 2024, inflasi tercatat sebesar 0,08 persen mtm yang disumbangkan oleh kenaikan harga emas perhiasan dengan andil 0,06 persen, daging ayam ras 0,04 persen, bawang merah 0,03 persen, serta tomat dan nasi dengan lauk masing-masing 0,02 persen.
“Dan berdasarkan historis, di setiap Oktober dari 2021 hingga 2025 (kecuali pada 2022), komoditas yang menyumbang inflasi umumnya merupakan komoditas dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dan merupakan komoditas komponen harga bergejolak,” ujar Pudji.
Suka(747)
Sebelumnya: Wamentan dorong sektor pertanian nasional pasok kebutuhan haji
Selanjutnya: 368 siswa SDN 5 Mataram terima MBG
Artikel Terkait
- BGN beri bimbingan teknis kepada penjamah makanan di Lampung
- Pemerataan gizi masyarakat, 4 SPPG dibangun di wilayah terpencil Babel
- Kalbe ajak masyarakat kelola gula darah dengan metode 5 J
- Wilayah Caoxian di China Timur jadi pusat ekonomi hewan peliharaan
- Rekomendasi pola makan untuk jaga daya tahan hadapi cuaca ekstrem
- BGN: Makan Bergizi Gratis capai 38,5 juta penerima jelang akhir 2025
- Nikita Mirzani divonis empat tahun penjara dan denda Rp1 miliar
- KSAD sebut pelatihan personel di bidang MBG dibiayai pihak Singapura
- BPBD DKI sudah bersiap hadapi potensi terjadinya banjir rob
- Penelitian: Manusia bergerak 40 kali lebih jauh dibanding semua satwa
Resep Populer
Rekomendasi

BSI target nilai bisnis emas mencapai Rp100 triliun pada 2030

Anggota Komisi XIII DPR RI dorong penguatan pengawasan industri AMDK

Pemkab Bantul minta pedagang bakso cantumkan label halal

DPR RI sebut butuh kebersamaan sukseskan Program MBG

China terus awasi produk bahari dari Jepang setelah keran impor dibuka

Menteri KP siap membangun lab pastikan seafood RI aman dari radioaktif

Kalbe ajak masyarakat kelola gula darah dengan metode 5 J

Yayasan GoTo Merah Putih diluncurkan untuk sejahterakan keluarga mitra