Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Sehat
SPPG Tanbu perketat pengawasan kualitas MBG sebelum didistribusikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-02-26 08:36:45【Sehat】409 orang sudah membaca
PerkenalanPejabat Sementara Kasi Dokkes AIPDA Yundha Wijaya (kanan) melakukan uji sampel MBG untuk memastikan

Batulicin, Kalsel (ANTARA) - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemala Bhayangkari Polres Tanah Bumbu, Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) memperketat pengawasan kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melakukan uji sampel makanan sebelum paket didistribusikan ke penerima manfaat.
Pejabat Sementara Kasi Dokkes Polres Tanah Bumbu Aipda Yundha Wijaya di Batulicin, Selasa, mengangakan ada dua tahap uji sampel makanan untuk memastikan bahwa makanan tersebut benar benar aman sebelum dikonsumsi.
Baca juga: Pemkab Tanah bumbu anggarkan dana Rp64 miliar untuk Program MBG
"Tahap pertama yang dilakukan pengecekan organoleptik terdiri atas pemeriksaan bau, rasa dan tekstur makanan dicek langsung oleh petugas ahli dari Dokkes," kata Yundha.
Selanjutnya, tahap kedua, petugas Dokkes mengambil 10-20 gram sampel makanan dicampur air dan dihancurkan, kemudian dimasukkan ke tabung reaksi untuk deteksi zat berbahaya seperti arsen, sianida, nitrit formalin.
Hasilnya, jika sampel yang diuji menunjukkan reaksi warna yang melebihi ambang batas bahaya, makanan tersebut ngak didistribusikan.
"Sejak dioperasikan pada 8 September 2025, SPPG Kemala Bhayangkari Polres Tanah Bumbu terus menerapkan sistem food safetyuntuk menjamin kualitas dan higienitas makanan," kata Yundha.
Yudha melanjutkan sebelum makanan bergizi gratis sampai di tangan penerima manfaat, tim SPPG telah menjalankan serangkaian tahapan ketat yang dilakukan oleh sebanyak 42 orang yang bertugas di delapan divisi SPPG Kemala Bhayangkari.
Baca juga: KLH kembangkan percontohan pengelolaan sampah di Tanah Bumbu
Baca juga: Pemkab Tanah bumbu anggarkan dana Rp64 miliar untuk Program MBG
Delapan divisi tersebut terdiri atas tim persiapan sebanyak tujuh orang, tim masak sebanyak delapan orang, tim pemeriksaan sebanyak sembilan orang, tim mencuci alat makanan delapan orang, tim pengantar atau distribusi empat orang dan dua orang office boy dan keamanan.
"SPPG juga diwajibkan memiliki tiga sertifikat, yakni Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), sertifikat halal dan seluruh proses sertifikasi saat ini dalam proses," ujarnya.
Suka(644)
Sebelumnya: Perkuat kemitraan, ASEAN
Selanjutnya: Tinjau magang dengan Seskab, Menaker: Sarana link and match industri
Artikel Terkait
- Pemkab Banyuasin kumpulkan koordinator 34 SPPG evaluasi program MBG
- Wali Kota Kupang mendorong percepatan SLHS bagi SPPG
- APMAKI minta polisi usut tuntas kasus nampan MBG pakai label palsu
- Gibran serahkan laptop, PC, Starlink untuk empat sekolah di Manokwari
- Celios dorong penguatan industri besi hingga mamin jaga ekspor RI
- Program MBG di Banjarmasin telah menyasar 66 ribu penerima manfaat
- PBB terima laporan adanya kekerasan seksual di El Fasher, Sudan
- Pemkab Bantul pertemukan Kopdes dengan SPPG baru, dukung keberlanjutan
- Wamen Kabinet Merah Putih dukung ajang JMFW 2026
- Pemkab Bantul pertemukan Kopdes dengan SPPG baru, dukung keberlanjutan
Resep Populer
Rekomendasi

Akademisi dukung keberlanjutan MBG demi generasi emas Indonesia

Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda

Dari Jakarta ke Belem, langkah panjang Indonesia tuk aksi nyata COP30

Ekonomi TW

Suasana ceria di SMPN 2 Maos saat Makan Bergizi Gratis tiba

BPS: Konsumsi RT tumbuh 4,89 persen, disokong transportasi

Pemkot Pekalongan ingatkan SPPG penuhi standar bangunan dapur MBG

SPPG Polres Madiun sajikan pecel bergizi untuk warga dan pelajar