Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
BPOM ajak Universitas Tsinghua berkolaborasi kembangkan ATMP
BetFoodie Lidah Indonesia2026-02-26 09:54:11【Kabar Kuliner】844 orang sudah membaca
PerkenalanKepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menyampaikan kuliah umum kepada mahasaisw

Beijing (ANTARA) - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengajak mahasiswa, peneliti, dan industri di Universitas Tsinghua, Beijing, China, berkolaborasi dalam pengembangan Produk Obat Terapi Lanjutan(Advanced Therapy Medicinal Products/ATMP) di Indonesia.
"Kami ingin mengembangkan sains dan teknologi ke tahap lebih besar melalui konsep ABG: akademia, bisnis, dan government.Universitas Tsinghua, sebagai salah satu kampus terbaik di China, bisa bekerja sama dengan BPOM, termasuk transfer teknologi untuk dikembangkan di Indonesia," kata Taruna kepada ANTARA, Selasa (4/11).
Pernyataan itu Taruna sampaikan usai memberikan kuliah umum berjudul Regulatory Policy and Advanced Therapy Medicinal Products (ATMP) and Strategies to Accelerate Access to Innovative Medicinesdi Tsinghua.
Kuliah umum tersebut dihadiri sekitar 150 mahasiswa, dosen, peneliti, dan pelaku usaha bidang kesehatan.
ATMP adalah produk medis berbasis sel atau jaringan yang digunakan untuk pengobatan, pencegahan, atau diagnosis penyakit. Produk ini meliputi terapi sel, terapi gen, dan rekayasa jaringan, termasuk stem cell, sekretom, dan terapi gen.
Taruna menekankan pentingnya uji klinis sebagai pintu masuk pengembangan ATMP.
"Uji klinis memastikan keamanan, kualitas, dan kemanfaatan produk. Uji pra-klinis dilakukan dulu pada hewan, baru manusia," jelasnya.
Ia menambahkan, uji klinis juga membuka peluang investasi, termasuk pembangunan pabrik obat di Indonesia, dan peserta uji klinis memperoleh kompensasi finansial. Bila lolos, BPOM akan menerbitkan izin edar sehingga produk bisa digunakan masyarakat.
Taruna menyebut, 94 persen bahan baku obat di Indonesia masih impor, terutama dari China dan India.
"Gangguan impor bisa menimbulkan krisis obat. ATMP berbasis biologi menjadi harapan baru, karena saat ini 65 persen obat berbasis biologi," kata Taruna.
BPOM telah mengatur ATMP melalui Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pedoman Penilaian Produk Terapi Advanced dan Peraturan Nomor 18 Tahun 2022 tentang Cara Pembuatan Obat Berbasis Sel dan Jaringan Manusia.
Produk yang mengalami manipulasi melebihi standar atau digunakan untuk tujuan non-homolog wajib mendapat izin edar BPOM.
Suka(17529)
Artikel Terkait
- Singapura tarik produk kismis usai ditemukan alergen
- Pemkot Padang ingatkan SPPG disiplin jalankan prosedur MBG
- Kolaborasi lintas sektor kunci keberhasilan MBG
- PBB siapkan rencana bantuan besar untuk Gaza usai gencatan senjata
- Perkuat kemitraan, ASEAN
- CISDI: Cukai minuman berpemanis berpotensi tekan kasus baru diabetes
- UNRWA: Stok pangan cukup penuhi kebutuhan warga Gaza hingga tiga bulan
- KemenPPPA ajak semua pihak perkuat sistem perlindungan anak
- KPK: OTT Bupati Ponorogo terkait mutasi dan rotasi jabatan
- Timnas Indonesia seperti “singa yang tertidur”
Resep Populer
Rekomendasi

Kemenpar sebut SIAL Interfood 2025 jadi ajang perkuat industri MICE

Gubernur Kalsel minta SPPG perhatikan kebersihan cegah keracunan MBG

Posko pengungsian korban kebakaran di Matraman diperpanjang

Bupati Mimika: Lebih dari 3.000 pelajar menikmati program MBG

Tokopedia dan TikTok Shop komitmen dorong pertumbuhan ekonomi digital

Indonesia memastikan keamanan ekspor udang dari kontaminasi radiasi

Pesawat Smart Air tergelincir saat mendarat di lapangan terbang Tiom

Kemendag: Perlakuan udang terkontaminasi radioaktif dibahas intensif