Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
BPOM ajak Universitas Tsinghua berkolaborasi kembangkan ATMP
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-16 11:21:11【Kabar Kuliner】844 orang sudah membaca
PerkenalanKepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menyampaikan kuliah umum kepada mahasaisw

Beijing (ANTARA) - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengajak mahasiswa, peneliti, dan industri di Universitas Tsinghua, Beijing, China, berkolaborasi dalam pengembangan Produk Obat Terapi Lanjutan(Advanced Therapy Medicinal Products/ATMP) di Indonesia.
"Kami ingin mengembangkan sains dan teknologi ke tahap lebih besar melalui konsep ABG: akademia, bisnis, dan government.Universitas Tsinghua, sebagai salah satu kampus terbaik di China, bisa bekerja sama dengan BPOM, termasuk transfer teknologi untuk dikembangkan di Indonesia," kata Taruna kepada ANTARA, Selasa (4/11).
Pernyataan itu Taruna sampaikan usai memberikan kuliah umum berjudul Regulatory Policy and Advanced Therapy Medicinal Products (ATMP) and Strategies to Accelerate Access to Innovative Medicinesdi Tsinghua.
Kuliah umum tersebut dihadiri sekitar 150 mahasiswa, dosen, peneliti, dan pelaku usaha bidang kesehatan.
ATMP adalah produk medis berbasis sel atau jaringan yang digunakan untuk pengobatan, pencegahan, atau diagnosis penyakit. Produk ini meliputi terapi sel, terapi gen, dan rekayasa jaringan, termasuk stem cell, sekretom, dan terapi gen.
Taruna menekankan pentingnya uji klinis sebagai pintu masuk pengembangan ATMP.
"Uji klinis memastikan keamanan, kualitas, dan kemanfaatan produk. Uji pra-klinis dilakukan dulu pada hewan, baru manusia," jelasnya.
Ia menambahkan, uji klinis juga membuka peluang investasi, termasuk pembangunan pabrik obat di Indonesia, dan peserta uji klinis memperoleh kompensasi finansial. Bila lolos, BPOM akan menerbitkan izin edar sehingga produk bisa digunakan masyarakat.
Taruna menyebut, 94 persen bahan baku obat di Indonesia masih impor, terutama dari China dan India.
"Gangguan impor bisa menimbulkan krisis obat. ATMP berbasis biologi menjadi harapan baru, karena saat ini 65 persen obat berbasis biologi," kata Taruna.
BPOM telah mengatur ATMP melalui Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pedoman Penilaian Produk Terapi Advanced dan Peraturan Nomor 18 Tahun 2022 tentang Cara Pembuatan Obat Berbasis Sel dan Jaringan Manusia.
Produk yang mengalami manipulasi melebihi standar atau digunakan untuk tujuan non-homolog wajib mendapat izin edar BPOM.
Suka(937)
Sebelumnya: 16 spesies burung migran terpantau tiba di NTB
Selanjutnya: Benarkah kecoak bisa cemari udara rumah?
Artikel Terkait
- Gratis PPN rumah, bisnis properti diperkirakan semakin baik
- SPPG Tulungagung dihentikan sementara usai insiden keracunan massal
- Promosikan kuliner, makan gratis di Sungai Kapuas ramai pengunjung
- SPPG HST Kalsel terapkan lima langkah cegah keracunan MBG
- Kiat mempertahankan nutrisi makanan saat memasak menggunakan microwave
- Makan Bergizi Gratis dan ujian kepercayaan publik
- BJB tegaskan dukungannya pada MBG lewat pembiayaan SPPG
- Pemkab Bangka Barat resmikan dapur SPPG Mentok
- PBB dan mitranya tingkatkan respons pascagempa di Afghanistan
- Kemenbud tetapkan Cingkhui Aceh Jaya jadi warisan budaya ngak benda RI
Resep Populer
Rekomendasi

KKP: 41 UPI masuk "Yellow List" bisa ekspor ke AS secara bersyarat

Wagub Kepri tinjau dapur SPPG Batu IX pastikan keamanan program MBG

Dapur SPPG MBG Polres Blora layani 2.515 penerima manfaat

Kemarin, jaminan siswa Sekolah Rakyat hingga prestasi Program MBG

KLH ungkap kondisi Tanjung Perak usai kedatangan kontainer Cs

Wakil Kepala BGN: Program MBG ngak boleh berorientasi bisnis

Puluhan siswa SMP di Tulungagung Jatim keracunan MBG

1.938 pelajar di pulau penyangga Batam mulai dapat MBG