Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
SPPG Tanbu perketat pengawasan kualitas MBG sebelum didistribusikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-02-05 08:30:49【Kabar Kuliner】691 orang sudah membaca
PerkenalanPejabat Sementara Kasi Dokkes AIPDA Yundha Wijaya (kanan) melakukan uji sampel MBG untuk memastikan

Batulicin, Kalsel (ANTARA) - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemala Bhayangkari Polres Tanah Bumbu, Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) memperketat pengawasan kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melakukan uji sampel makanan sebelum paket didistribusikan ke penerima manfaat.
Pejabat Sementara Kasi Dokkes Polres Tanah Bumbu Aipda Yundha Wijaya di Batulicin, Selasa, mengangakan ada dua tahap uji sampel makanan untuk memastikan bahwa makanan tersebut benar benar aman sebelum dikonsumsi.
Baca juga: Pemkab Tanah bumbu anggarkan dana Rp64 miliar untuk Program MBG
"Tahap pertama yang dilakukan pengecekan organoleptik terdiri atas pemeriksaan bau, rasa dan tekstur makanan dicek langsung oleh petugas ahli dari Dokkes," kata Yundha.
Selanjutnya, tahap kedua, petugas Dokkes mengambil 10-20 gram sampel makanan dicampur air dan dihancurkan, kemudian dimasukkan ke tabung reaksi untuk deteksi zat berbahaya seperti arsen, sianida, nitrit formalin.
Hasilnya, jika sampel yang diuji menunjukkan reaksi warna yang melebihi ambang batas bahaya, makanan tersebut ngak didistribusikan.
"Sejak dioperasikan pada 8 September 2025, SPPG Kemala Bhayangkari Polres Tanah Bumbu terus menerapkan sistem food safetyuntuk menjamin kualitas dan higienitas makanan," kata Yundha.
Yudha melanjutkan sebelum makanan bergizi gratis sampai di tangan penerima manfaat, tim SPPG telah menjalankan serangkaian tahapan ketat yang dilakukan oleh sebanyak 42 orang yang bertugas di delapan divisi SPPG Kemala Bhayangkari.
Baca juga: KLH kembangkan percontohan pengelolaan sampah di Tanah Bumbu
Baca juga: Pemkab Tanah bumbu anggarkan dana Rp64 miliar untuk Program MBG
Delapan divisi tersebut terdiri atas tim persiapan sebanyak tujuh orang, tim masak sebanyak delapan orang, tim pemeriksaan sebanyak sembilan orang, tim mencuci alat makanan delapan orang, tim pengantar atau distribusi empat orang dan dua orang office boy dan keamanan.
"SPPG juga diwajibkan memiliki tiga sertifikat, yakni Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), sertifikat halal dan seluruh proses sertifikasi saat ini dalam proses," ujarnya.
Suka(57)
Artikel Terkait
- Kemendikdasmen: Pelaksanaan TKA di Papua lancar
- Minum air hangat vs air dingin: Mana yang lebih baik untuk kesehatan?
- Polda Sulteng bekali 26 personel pelatihan DVI dan keamanan pangan
- Program MBG serap ribuan tenaga kerja lokal di Kota Serang
- Pemkab Jayapura perkuat mutu dan keamanan pangan di dapur MBG
- Lokasi shelter di Jakarta yang cocok untuk adopsi & rawat hewan liar
- Setahun Pemerintahan Prabowo
- BGN bimbing 30 ribu penjamah pangan tingkatkan kualitas layanan MBG
- BPS: Konsumsi rumah tangga kuartal III melambat karena siklus musiman
- Kecemasan orang tua bisa memperparah alergi pada anak
Resep Populer
Rekomendasi

BPOM respon sirop obat dari India diduga ber

Kudus didukung 21 SPPG untuk program MBG

Huawei rilis Nova Flip S,ponsel lipat paling ramah di kantong versinya

PBB catat peningkatan kecepatan pengiriman bantuan di Gaza

Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan

BGN bimbing 30 ribu penjamah pangan tingkatkan kualitas layanan MBG

Wagub Gorontalo pastikan ketepatan waktu distribusi makanan MBG

Seskab: Presiden ingin semua anak dapat bersekolah di Sekolah Rakyat