Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda
BetFoodie Lidah Indonesia2026-02-26 08:24:52【Kabar Kuliner】802 orang sudah membaca
PerkenalanDirektur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menghadiri

Jakarta (ANTARA) - Misi dagang Kementerian Perdagangan RI bertajuk "Where Spices Tell Stories" ke Belanda pada 29 Oktober-1 November 2025 mencatatkan potensi transaksi senilai 14,6 juta dolar AS atau sekitar Rp239,4 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengangakan keberhasilan tersebut memberi sinyal positif bagi peningkatan ekspor sektor rempah dan bumbu Indonesia. Capaian itu juga merefleksikan tingginya minat pasar Eropa terhadap produk rempah dan bumbu Nusantara.
"Importir Eropa menilai produk rempah dan bumbu Indonesia memiliki keunggulan dari segi aroma dan kualitas. Produk kita juga berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pasar pangan organik dan berkelanjutan yang sedang berkembang pesat di Eropa," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Adapun rempah dan bumbu yang paling diminati antara lain pala, lada putih, kunyit, jahe, serta bumbu makanan siap pakai.
Potensi transaksi dicapai melalui kegiatan forum bisnis dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching) yang diselenggarakan di Indonesia House Amsterdam pada 30 Oktober 2025. Dalam forum ini, pelaku usaha Indonesia memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pembeli asal Belanda, Prancis, dan Jerman.
Misi dagang diikuti sepuluh pelaku usaha Indonesia. Para peserta misi dagang mendapat kesempatan langsung menjajaki kerja sama dagang dengan mitra Eropa, serta memperluas jejaring distribusi di Belanda yang dikenal sebagai pintu gerbang perdagangan Eropa.
Selain forum bisnis, para peserta juga mengunjungi beberapa importir besar seperti Amboina, Nesia Food BV, Bina BV, dan INA Trading/Furnilux untuk mempelajari pola impor dan distribusi produk rempah di pasar Belanda.
Sebagai bagian dari rangkaian misi dagang tersebut, Kemendag menjalin pertemuan dengan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries(CBI) dan Netherlands Enterprise Agency (RVO) pada 31 Oktober 2025.
Pertemuan membahas penguatan kelembagaan ekspor, pengembangan produk, serta akses pasar bagi sektor pertanian dan perikanan.
Suka(967)
Artikel Terkait
- Kiat mempertahankan nutrisi makanan saat memasak menggunakan microwave
- Korban meninggal akibat hujan lebat di Meksiko bertambah jadi 44 orang
- PBB: Peningkatan bantuan kemanusiaan di Gaza berjalan baik
- BPOM berikan penjelasan ke FDA AS, pastikan keamanan produk ekspor RI
- BGN beri bimbingan teknis kepada penjamah makanan di Lampung
- Mendagri minta pemda kendalikan harga pangan penyumbang inflasi
- IDAI serukan pemetaan dampak perubahan lingkungan bagi kesehatan anak
- SPPG Polsek Palmerah Jakbar uji coba penyajian menu MBG
- Komdigi hadirkan Garuda Spark Medan untuk pengembangan talenta digital
- Efektifnya akupresur untuk tingkatkan produksi ASI
Resep Populer
Rekomendasi

BPS ungkap Oktober selalu alami inflasi bulanan, kecuali pada 2022

Bea Cukai perketat pengawasan cegah masuknya durian ilegal Malaysia

BPOM intensif kembangkan fitofarmaka demi tekan impor bahan baku obat

Kemarin, jaminan siswa Sekolah Rakyat hingga prestasi Program MBG

BGN beri bimbingan teknis kepada penjamah makanan di Lampung

Kemendikdasmen raih penghargaan Mitra KCKR Terbaik 2024

BGN apresiasi 31 SPPG di Lebak layani MBG aman dan ngak ada keracunan

Pemkab Jayapura: Program MBG harus menjangkau semua masyarakat