Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
Kiat menghindari penyakit semasa banjir
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-16 10:56:42【Kabar Kuliner】528 orang sudah membaca
PerkenalanArsip Foto - Warga melewati genangan di Jalan Kaligawe Raya, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (29/10/2025

Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis penyakit dalam Faisal Parlindungan membagikan kiat-kiat untuk menghindari masalah kesehatan dan penyakit semasa banjir.
"Saran utama adalah meminimalkan konngak langsung dengan air banjir sebisa mungkin. Jika tetap harus berada di genangan, gunakan sepatu atau bot tebal, sarung tangan, dan pakaian pelindung," kata dr. Faisal Parlindungan, M.Ked (PD), Sp.PD,K-R kepada ANTARA pada Senin.
Dokter dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) itu menyampaikan bahwa air banjir kemungkinan terkontaminasi kuman dan bakteri penyebab penyakit, termasuk bakteri Leptospira penyebab penyakit Leptospirosis.
Penggunaan alas kaki dan pelindung tubuh dapat meminimalkan risiko paparan kuman dan bakteri serta melindungi tubuh dari benda-benda yang dapat melukai anggota tubuh dan menyebabkan tetanus semasa banjir.
Baca juga: Waspadai leptospirosis selama musim hujan
Dokter Faisal mengemukakan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta memastikan makanan atau minuman yang dikonsumsi higienis semasa banjir agar terhindar penyakit kulit, gangguan pencernaan, dan masalah kesehatan yang lain.
"Pastikan ngak meminum air yang tercemar, selalu memasak makanan sampai matang, dan cuci tangan secara rutin," kata dokter Faisal, yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).
Selain itu, dia mengangakan, kondisi tempat tinggal dan tempat mengungsi sebaiknya diupayakan ngak terlalu lembab agar ngak memicu munculnya masalah kesehatan.
Dalam sepekan terakhir, kondisi cuaca ekstrem telah menyebabkan banjir di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Semarang dan Jakarta.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana sudah meminta warga untuk mewaspadai dampak kondisi cuaca ekstrem yang berpeluang melanda wilayah Indonesia hingga awal tahun depan.
Baca juga: Penyakit kulit dan ISPA berpeluang meningkat semasa banjir
Baca juga: Sosialisasi PHBS ditingkatkan untuk cegah penyakit di musim hujan
Suka(186)
Artikel Terkait
- Memberdayakan petani lokal di SPPG Angsau Dua
- Korban kebakaran di Matraman masih mengungsi di tenda darurat
- BGN hentikan operasional SPPG Kota Soe 1 NTT imbas keracunan MBG
- Khawatir ada sabotase, MPSI minta aparat telusuri jaringan dapur MBG
- BKKBN: Ngak ada kasus keracunan MBG pada kelompok 3B di Jabar
- Kronologi dan rangkuman fakta ledakan di SMA 72 Jakarta
- Sinergi ekonomi syariah menyukseskan Makan Bergizi Gratis
- Wamen Kabinet Merah Putih dukung ajang JMFW 2026
- CORE: Jelang Natal, pasokan
- SD Negeri OO3 Penajam ajarkan kemandirian lewat program MBG
Resep Populer
Rekomendasi

Pemkab Jayapura perkuat mutu dan keamanan pangan di dapur MBG

BSI target nilai bisnis emas mencapai Rp100 triliun pada 2030

Asuransi Jasindo Bangun Akses Pendidikan dan Kesehatan di Pedalaman Mentawai

SPPG diingatkan olah limbah MBG dengan baik, jangan cemari lingkungan

Dinkes Cirebon catat 20 siswa alami gejala keracunan usai santap MBG

KKP ungkap upaya atasi Cs

BPBD DKI sudah bersiap hadapi potensi terjadinya banjir rob

SPPG Mabes Polri di Rejang Lebong Bengkulu jamin keamanan pangan MBG