Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Sehat
Kiat menghindari penyakit semasa banjir
BetFoodie Lidah Indonesia2026-02-05 08:31:46【Sehat】468 orang sudah membaca
PerkenalanArsip Foto - Warga melewati genangan di Jalan Kaligawe Raya, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (29/10/2025

Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis penyakit dalam Faisal Parlindungan membagikan kiat-kiat untuk menghindari masalah kesehatan dan penyakit semasa banjir.
"Saran utama adalah meminimalkan konngak langsung dengan air banjir sebisa mungkin. Jika tetap harus berada di genangan, gunakan sepatu atau bot tebal, sarung tangan, dan pakaian pelindung," kata dr. Faisal Parlindungan, M.Ked (PD), Sp.PD,K-R kepada ANTARA pada Senin.
Dokter dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) itu menyampaikan bahwa air banjir kemungkinan terkontaminasi kuman dan bakteri penyebab penyakit, termasuk bakteri Leptospira penyebab penyakit Leptospirosis.
Penggunaan alas kaki dan pelindung tubuh dapat meminimalkan risiko paparan kuman dan bakteri serta melindungi tubuh dari benda-benda yang dapat melukai anggota tubuh dan menyebabkan tetanus semasa banjir.
Baca juga: Waspadai leptospirosis selama musim hujan
Dokter Faisal mengemukakan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta memastikan makanan atau minuman yang dikonsumsi higienis semasa banjir agar terhindar penyakit kulit, gangguan pencernaan, dan masalah kesehatan yang lain.
"Pastikan ngak meminum air yang tercemar, selalu memasak makanan sampai matang, dan cuci tangan secara rutin," kata dokter Faisal, yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).
Selain itu, dia mengangakan, kondisi tempat tinggal dan tempat mengungsi sebaiknya diupayakan ngak terlalu lembab agar ngak memicu munculnya masalah kesehatan.
Dalam sepekan terakhir, kondisi cuaca ekstrem telah menyebabkan banjir di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Semarang dan Jakarta.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana sudah meminta warga untuk mewaspadai dampak kondisi cuaca ekstrem yang berpeluang melanda wilayah Indonesia hingga awal tahun depan.
Baca juga: Penyakit kulit dan ISPA berpeluang meningkat semasa banjir
Baca juga: Sosialisasi PHBS ditingkatkan untuk cegah penyakit di musim hujan
Suka(4887)
Artikel Terkait
- Korban kebakaran di Matraman masih mengungsi di tenda darurat
- Limbah MBG disulap jadi ekonomi hijau di Lumajang
- BGN: Sudah ada 17 SPPG mendaftar di Pasaman Barat
- Pengelola SPPG Blora sesali video inspeksi viral timbulkan kegaduhan
- Akademisi dukung keberlanjutan MBG demi generasi emas Indonesia
- KBRI Yangon dukung penuh timnas putri U
- Indonesia memastikan keamanan ekspor udang dari kontaminasi radiasi
- MBG mandiri Kabupaten Penajam berdayakan lingkungan sekolah
- APMAKI minta polisi usut tuntas kasus nampan MBG pakai label palsu
- Timnas Indonesia seperti “singa yang tertidur”
Resep Populer
Rekomendasi

Dari Jakarta ke Belem, langkah panjang Indonesia tuk aksi nyata COP30

BPKH targetkan dana kelolaan haji capai Rp188,9 triliun pada 2025

Pemkab dan Rotary sinergi tekan angka stunting lewat pangan lokal

Enam warisan budaya Jepara lolos sidang WBTb Indonesia 2025

Nasib perempuan Gaza dua tahun sejak konflik pecah

MBG mandiri Kabupaten Penajam berdayakan lingkungan sekolah

China catat pertumbuhan konsumsi yang stabil di liburan Hari Nasional

Jelang akhir tahun, simak 8 ide liburan yang ngak biasa dan seru