Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Tempat Makan
BKKBN: Ngak ada kasus keracunan MBG pada kelompok 3B di Jabar
BetFoodie Lidah Indonesia2026-02-26 09:54:00【Tempat Makan】468 orang sudah membaca
PerkenalanKepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat Dad

Di Jawa Barat sejauh ini belum ada. Kemarin yang sempat bermasalah itu hanya di sekolah-sekolah, tapi kami sudah deteksi, dan Alhamdulillah di Jawa Barat ngak ada
Kota Bandung (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat (Jabar) memastikan hingga saat ini ngak ada laporan kasus keracunan pada penerima manfaat Program Makanan Bergizi (MBG) untuk kelompok 3B (Bumil, Busui, dan Balita).
Kepala Perwakilan BKKBN Jabar Dadi Ahmad Roswandi menyebut penerima manfaat Program MBG pada kelompok tersebut telah mencapai 215.057 orang selama satu tahun pelaksanaan.
"Di Jawa Barat sejauh ini belum ada. Kemarin yang sempat bermasalah itu hanya di sekolah-sekolah, tapi kami sudah deteksi, dan Alhamdulillah di Jawa Barat ngak ada,” kata Dadi di Bandung, Selasa.
Baca juga: Kemendukbangga kembangkan pemantauan MBG pada kelompok 3B
Dadi menjelaskan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki tenaga ahli yang memastikan keamanan dan kualitas makanan yang diberikan.
“Di SPPG itu ada kepala SPPG dan ahli-ahli gizinya. Kami percaya bahwa para ahli gizi sudah memenuhi standar, apalagi sekarang ada satgas dari Kementerian Kesehatan dan Badan POM. Jadi kami yakin dan percaya bahwa apa yang disajikan kepada ibu hamil sudah memenuhi kaidah-kaidah kesehatan,” ujarnya.
Ia menambahkan BKKBN Jabar telah menyiapkan mekanisme tanggap cepat apabila terjadi kasus keracunan terhadap kelompok 3B.
Baca juga: Kemendukbangga berikan insentif kader distribusikan MBG
“Nah, kita kan punya satgas, punya helpdesk, dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang rumahnya ngak jauh dari sasaran. Jadi kalau ada kejadian seperti itu, kita bisa cepat bergerak,” ucap Dadi.
Dadi berharap dengan adanya Program MBG yang menyasar elompok 3B dapat menjadi harapan terjadi penurunan signifikan terhadap prevalensi stunting di Jawa Barat.
“Kami berharap angka stunting berkat Program MBG dapat mencapai 14 persen dari angka saat ini yang masih di angka 15,9 persen,” katanya.
Baca juga: DPR RI: Program MBG kelompok 3B perlu diperkuat untuk cegah stunting
Suka(8723)
Sebelumnya: Perkuat kemitraan, ASEAN
Selanjutnya: Ini kronologi lengkap temuan
Artikel Terkait
- SPPG Polda Maluku kawal mutu dan ketepatan distribusi MBG ke sekolah
- Ekonomi TW
- Cukup tidur membantu anak terhindar dari influenza saat cuaca ekstrem
- Wabup Lambar ingatkan SPPG penuhi standar bangunan dapur MBG
- Begini cara memisahkan tulang ceker ayam agar mudah diolah
- BPS ungkap Oktober selalu alami inflasi bulanan, kecuali pada 2022
- Nikmati menu sederhana, Diddyrayakan ulang tahun ke
- Kiat mempertahankan nutrisi makanan saat memasak menggunakan microwave
- Wabup Lambar ingatkan SPPG penuhi standar bangunan dapur MBG
- Cukup tidur membantu anak terhindar dari influenza saat cuaca ekstrem
Resep Populer
Rekomendasi

Menlu Belanda harap rencana Trump permudah akses bantuan ke Gaza

Rekomendasi pola makan untuk jaga daya tahan hadapi cuaca ekstrem

Laba bersih PalmCo tumbuh 84 persen jadi Rp3,48 T di kuartal III

Kiat cerdas hemat biaya bulanan, manfaatkan gratis biaya admin

526 rumah di Pandeglang terdampak banjir luapan sungai Ciliman

Cukup tidur membantu anak terhindar dari influenza saat cuaca ekstrem

BNPB utamakan perbaikan tanggul jebol di Bekasi, cegah banjir susulan

Program MBG di Banjarmasin telah menyasar 66 ribu penerima manfaat