Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
Kiat menghindari penyakit semasa banjir
BetFoodie Lidah Indonesia2026-01-11 05:58:15【Kabar Kuliner】056 orang sudah membaca
PerkenalanArsip Foto - Warga melewati genangan di Jalan Kaligawe Raya, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (29/10/2025

Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis penyakit dalam Faisal Parlindungan membagikan kiat-kiat untuk menghindari masalah kesehatan dan penyakit semasa banjir.
"Saran utama adalah meminimalkan konngak langsung dengan air banjir sebisa mungkin. Jika tetap harus berada di genangan, gunakan sepatu atau bot tebal, sarung tangan, dan pakaian pelindung," kata dr. Faisal Parlindungan, M.Ked (PD), Sp.PD,K-R kepada ANTARA pada Senin.
Dokter dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) itu menyampaikan bahwa air banjir kemungkinan terkontaminasi kuman dan bakteri penyebab penyakit, termasuk bakteri Leptospira penyebab penyakit Leptospirosis.
Penggunaan alas kaki dan pelindung tubuh dapat meminimalkan risiko paparan kuman dan bakteri serta melindungi tubuh dari benda-benda yang dapat melukai anggota tubuh dan menyebabkan tetanus semasa banjir.
Baca juga: Waspadai leptospirosis selama musim hujan
Dokter Faisal mengemukakan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta memastikan makanan atau minuman yang dikonsumsi higienis semasa banjir agar terhindar penyakit kulit, gangguan pencernaan, dan masalah kesehatan yang lain.
"Pastikan ngak meminum air yang tercemar, selalu memasak makanan sampai matang, dan cuci tangan secara rutin," kata dokter Faisal, yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).
Selain itu, dia mengangakan, kondisi tempat tinggal dan tempat mengungsi sebaiknya diupayakan ngak terlalu lembab agar ngak memicu munculnya masalah kesehatan.
Dalam sepekan terakhir, kondisi cuaca ekstrem telah menyebabkan banjir di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Semarang dan Jakarta.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana sudah meminta warga untuk mewaspadai dampak kondisi cuaca ekstrem yang berpeluang melanda wilayah Indonesia hingga awal tahun depan.
Baca juga: Penyakit kulit dan ISPA berpeluang meningkat semasa banjir
Baca juga: Sosialisasi PHBS ditingkatkan untuk cegah penyakit di musim hujan
Suka(8397)
Artikel Terkait
- Unsri lakukan diseminasi teknologi pengemasan produk olahan ikan
- Mematri gerakan energi lestari dari sekolah berdikari
- Kiat menghindari penyakit semasa banjir
- Pemerintah perkuat tata kelola Program MBG lewat tim koordinasi khusus
- Korban kebakaran di Matraman masih mengungsi di tenda darurat
- Pemkab Bantul kumpulkan pengelola SPPG untuk evaluasi MBG
- Penelitian ungkap berpuasa ngak ganggu kemampuan berpikir seseorang
- Dari PPKD Jaksel menuju ke Negeri Sakura
- BPS: Konsumsi rumah tangga kuartal III melambat karena siklus musiman
- Pemkab Bantul pertemukan Kopdes dengan SPPG baru, dukung keberlanjutan
Resep Populer
Rekomendasi

Keragaman ide di Demoday FSI tunjukan potensi kuliner Indonesia

Kapolri cek langsung kesiapan sarpras tanggap darurat bencana

BI Jatim: Penguatan investasi manufaktur kunci pertumbuhan ekonomi

Wali Kota Kupang mendorong percepatan SLHS bagi SPPG

SPPG Polres Grobogan percontohan dapur bergizi berstandar tinggi

526 rumah di Pandeglang terdampak banjir luapan sungai Ciliman

Program MBG di NTB serap 17.434 tenaga kerja, hidupi keluarga lokal

Siasat bersihkan rumah terdampak banjir dari kuman penyebab penyakit