Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Tempat Makan
BKKBN: Ngak ada kasus keracunan MBG pada kelompok 3B di Jabar
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-23 15:45:51【Tempat Makan】031 orang sudah membaca
PerkenalanKepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat Dad

Di Jawa Barat sejauh ini belum ada. Kemarin yang sempat bermasalah itu hanya di sekolah-sekolah, tapi kami sudah deteksi, dan Alhamdulillah di Jawa Barat ngak ada
Kota Bandung (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat (Jabar) memastikan hingga saat ini ngak ada laporan kasus keracunan pada penerima manfaat Program Makanan Bergizi (MBG) untuk kelompok 3B (Bumil, Busui, dan Balita).
Kepala Perwakilan BKKBN Jabar Dadi Ahmad Roswandi menyebut penerima manfaat Program MBG pada kelompok tersebut telah mencapai 215.057 orang selama satu tahun pelaksanaan.
"Di Jawa Barat sejauh ini belum ada. Kemarin yang sempat bermasalah itu hanya di sekolah-sekolah, tapi kami sudah deteksi, dan Alhamdulillah di Jawa Barat ngak ada,” kata Dadi di Bandung, Selasa.
Baca juga: Kemendukbangga kembangkan pemantauan MBG pada kelompok 3B
Dadi menjelaskan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki tenaga ahli yang memastikan keamanan dan kualitas makanan yang diberikan.
“Di SPPG itu ada kepala SPPG dan ahli-ahli gizinya. Kami percaya bahwa para ahli gizi sudah memenuhi standar, apalagi sekarang ada satgas dari Kementerian Kesehatan dan Badan POM. Jadi kami yakin dan percaya bahwa apa yang disajikan kepada ibu hamil sudah memenuhi kaidah-kaidah kesehatan,” ujarnya.
Ia menambahkan BKKBN Jabar telah menyiapkan mekanisme tanggap cepat apabila terjadi kasus keracunan terhadap kelompok 3B.
Baca juga: Kemendukbangga berikan insentif kader distribusikan MBG
“Nah, kita kan punya satgas, punya helpdesk, dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang rumahnya ngak jauh dari sasaran. Jadi kalau ada kejadian seperti itu, kita bisa cepat bergerak,” ucap Dadi.
Dadi berharap dengan adanya Program MBG yang menyasar elompok 3B dapat menjadi harapan terjadi penurunan signifikan terhadap prevalensi stunting di Jawa Barat.
“Kami berharap angka stunting berkat Program MBG dapat mencapai 14 persen dari angka saat ini yang masih di angka 15,9 persen,” katanya.
Baca juga: DPR RI: Program MBG kelompok 3B perlu diperkuat untuk cegah stunting
Suka(8)
Sebelumnya: Dari PPKD Jaksel menuju ke Negeri Sakura
Selanjutnya: HMI: MBG bisa hadirkan generasi sehat dan berdaulat
Artikel Terkait
- UI gelar sarasehan nasional bahas lingkungan dan kesehatan
- BPS: Implementasi program MBG topang kinerja ekonomi triwulan III
- Kiat menghindari penyakit semasa banjir
- BNPB utamakan perbaikan tanggul jebol di Bekasi, cegah banjir susulan
- BGN hentikan operasional SPPG Kota Soe 1 NTT imbas keracunan MBG
- BPOM ajak Universitas Tsinghua berkolaborasi kembangkan ATMP
- 526 rumah di Pandeglang terdampak banjir luapan sungai Ciliman
- Pemkab Bantul pertemukan Kopdes dengan SPPG baru, dukung keberlanjutan
- Riset IHATEC: Kehalalan produk jadi pertimbangan utama konsumen
- Tokopedia dan TikTok Shop komitmen dorong pertumbuhan ekonomi digital
Resep Populer
Rekomendasi

SPPG diingatkan olah limbah MBG dengan baik, jangan cemari lingkungan

Program MBG di Banjarmasin telah menyasar 66 ribu penerima manfaat

Kepala BPOM jelaskan potensi pengembangan ATMP ke mahasiswa Beijing

Celios dorong penguatan industri besi hingga mamin jaga ekspor RI

PBB dan mitranya tingkatkan respons pascagempa di Afghanistan

Pemkab Jayapura perkuat mutu dan keamanan pangan di dapur MBG

Gibran serahkan laptop, PC, Starlink untuk empat sekolah di Manokwari

Baru tiga SPPG kantongi SLHS, Pemprov DIY ungkap kendalanya