Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-02-05 10:12:55【Resep Pembaca】114 orang sudah membaca
PerkenalanTim ahli gizi SPPG Polda Kepulauan Babel melakukan pemorsian MBG di Pangkalpinang. ANTARA/Antara Bab

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyarankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengkonsumsi makanan maksimal dua jam setelah dibagikan.
"Jadi, makanan itu idealnya dimakan ngak lebih dari dua jam setelah dimasak, kalau memang kudapannya digoreng, itu juga harus dibatasi agar ngak dimakan siswa lebih dari empat jam," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wamen Isyana apresiasi SPPG libatkan ahli gizi identifikasi alergen
Budi memahami bahwa Program MBG baru pertama kali berjalan di Indonesia, sehingga baik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun katering masih melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
"Ini karena pertama kali di Indonesia, jadi dunia kuliner dan gizi itu kan baru pertama kali membuat makanan dengan kapasitas 3.000-4000 setiap hari, jadi, katering komersial juga mungkin belum pernah punya pengalaman itu," ujar dia.
Budi menekankan pentingnya pelatihan keamanan pangan bagi petugas SPPG agar mampu mengelola distribusi MBG dengan lebih baik.
Baca juga: Pakar BGN paparkan sejumlah peran ahli gizi dalam Program MBG
Baca juga: Gubernur Kepri ingatkan ahli gizi SPPG kontrol ketat pengolahan MBG
"Jadi perlu dilakukan pelatihan, khususnya keamanan pangan. Ada beberapa informasi di SPPG itu saat memasak butuh waktu yang lama, pemorsian di holding-nya juga terlewati waktunya, kemudian waktu pengantarannya juga, sehingga ada risiko bahwa makanan itu dikonsumsi terlalu lama, ini perlu jadi kritik bagi BGN," tuturnya.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi lebih dari 13 ribu unit.
Suka(384)
Artikel Terkait
- Menperin sebut manufaktur jadi bukti daya saing menguat
- UEA kirim 7.200 ton bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza
- Tujuh negara yang rayakan Diwali, selain India
- Dinkes Pamekasan ambil sampel makanan selidiki kasus keracunan siswa
- Bulan Sabit Merah sebut 29 staf di Gaza tewas sejak agresi Israel
- Prabowo: Dari 1,4 miliar porsi, MBG sukses 99,99 persen tanpa keracunan
- Anggota DPR dukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis
- 131 dapur MBG di Kepri layani 388 ribu penerima manfaat
- Ahli Ekologi Hewan: NTB jadi daerah penting bagi migrasi burung dunia
- Kementerian Kebudayaan berkolaborasi untuk memajukan kebudayaan
Resep Populer
Rekomendasi

368 siswa SDN 5 Mataram terima MBG

Gaya hidup modern picu lonjakan risiko diabetes

Rangkaian alergi bisa berkembang dipicu faktor eksternal

35.000 paket bantuan Indonesia untuk Palestina telah diterima warga

11 SPPG 3T di Karimun dalam proses pembangunan

Apa itu perayaan Diwali yang disebut dengan Festival Cahaya?

Seskab: Presiden ingin semua anak dapat bersekolah di Sekolah Rakyat

Presiden Prabowo komitmen sempurnakan program MBG