Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-02-05 11:36:38【Resep Pembaca】114 orang sudah membaca
PerkenalanTim ahli gizi SPPG Polda Kepulauan Babel melakukan pemorsian MBG di Pangkalpinang. ANTARA/Antara Bab

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyarankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengkonsumsi makanan maksimal dua jam setelah dibagikan.
"Jadi, makanan itu idealnya dimakan ngak lebih dari dua jam setelah dimasak, kalau memang kudapannya digoreng, itu juga harus dibatasi agar ngak dimakan siswa lebih dari empat jam," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wamen Isyana apresiasi SPPG libatkan ahli gizi identifikasi alergen
Budi memahami bahwa Program MBG baru pertama kali berjalan di Indonesia, sehingga baik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun katering masih melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
"Ini karena pertama kali di Indonesia, jadi dunia kuliner dan gizi itu kan baru pertama kali membuat makanan dengan kapasitas 3.000-4000 setiap hari, jadi, katering komersial juga mungkin belum pernah punya pengalaman itu," ujar dia.
Budi menekankan pentingnya pelatihan keamanan pangan bagi petugas SPPG agar mampu mengelola distribusi MBG dengan lebih baik.
Baca juga: Pakar BGN paparkan sejumlah peran ahli gizi dalam Program MBG
Baca juga: Gubernur Kepri ingatkan ahli gizi SPPG kontrol ketat pengolahan MBG
"Jadi perlu dilakukan pelatihan, khususnya keamanan pangan. Ada beberapa informasi di SPPG itu saat memasak butuh waktu yang lama, pemorsian di holding-nya juga terlewati waktunya, kemudian waktu pengantarannya juga, sehingga ada risiko bahwa makanan itu dikonsumsi terlalu lama, ini perlu jadi kritik bagi BGN," tuturnya.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi lebih dari 13 ribu unit.
Suka(67)
Artikel Terkait
- Warga Taiwan Berbondong
- KSAD sebut pelatihan personel di bidang MBG dibiayai pihak Singapura
- BNPB salurkan bantuan Rp32,6 miliar untuk Aceh selama 2023
- Anak sering mimisan? Jangan panik, ini cara mudah mengatasinya
- KLH ungkap kondisi Tanjung Perak usai kedatangan kontainer Cs
- BGN ingatkan SOP pengolahan bahan baku MBG untuk cegah keracunan
- Cara penanganan tepat bagi penderita "honeymoon cystitis"
- 586.074 anak telah menerima manfaat program MBG di Riau
- KemenPPPA tekankan pentingnya sosialisasikan manfaat MBG ke masyarakat
- BGN proses penonaktifan pelaku pelecehan verbal pegawai SPPG
Resep Populer
Rekomendasi

Begini cara memisahkan tulang ceker ayam agar mudah diolah

NasDem serahkan bantuan pada lansia dan anak di panti sosial Jaktim

BGN targetkan "zero" kasus dalam Program MBG dengan sejumlah inovasi

Perjalanan dua KA di Jember alami keterlambatan akibat banjir Semarang

Menperin sebut manufaktur jadi bukti daya saing menguat

Polres Serang relokasi gelombang kedua warga terdampak radioaktif

Kereta Api di Daop 7 ikut terdampak akibat banjir di Semarang

Dompet Dhuafa salurkan 3.840 paket bantuan pangan untuk Palestina