Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
Kiat menghindari penyakit semasa banjir
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-18 11:52:47【Kabar Kuliner】314 orang sudah membaca
PerkenalanArsip Foto - Warga melewati genangan di Jalan Kaligawe Raya, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (29/10/2025

Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis penyakit dalam Faisal Parlindungan membagikan kiat-kiat untuk menghindari masalah kesehatan dan penyakit semasa banjir.
"Saran utama adalah meminimalkan konngak langsung dengan air banjir sebisa mungkin. Jika tetap harus berada di genangan, gunakan sepatu atau bot tebal, sarung tangan, dan pakaian pelindung," kata dr. Faisal Parlindungan, M.Ked (PD), Sp.PD,K-R kepada ANTARA pada Senin.
Dokter dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) itu menyampaikan bahwa air banjir kemungkinan terkontaminasi kuman dan bakteri penyebab penyakit, termasuk bakteri Leptospira penyebab penyakit Leptospirosis.
Penggunaan alas kaki dan pelindung tubuh dapat meminimalkan risiko paparan kuman dan bakteri serta melindungi tubuh dari benda-benda yang dapat melukai anggota tubuh dan menyebabkan tetanus semasa banjir.
Baca juga: Waspadai leptospirosis selama musim hujan
Dokter Faisal mengemukakan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta memastikan makanan atau minuman yang dikonsumsi higienis semasa banjir agar terhindar penyakit kulit, gangguan pencernaan, dan masalah kesehatan yang lain.
"Pastikan ngak meminum air yang tercemar, selalu memasak makanan sampai matang, dan cuci tangan secara rutin," kata dokter Faisal, yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).
Selain itu, dia mengangakan, kondisi tempat tinggal dan tempat mengungsi sebaiknya diupayakan ngak terlalu lembab agar ngak memicu munculnya masalah kesehatan.
Dalam sepekan terakhir, kondisi cuaca ekstrem telah menyebabkan banjir di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Semarang dan Jakarta.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana sudah meminta warga untuk mewaspadai dampak kondisi cuaca ekstrem yang berpeluang melanda wilayah Indonesia hingga awal tahun depan.
Baca juga: Penyakit kulit dan ISPA berpeluang meningkat semasa banjir
Baca juga: Sosialisasi PHBS ditingkatkan untuk cegah penyakit di musim hujan
Suka(1)
Sebelumnya: KKP ungkap upaya atasi Cs
Selanjutnya: Kuliner khas mancanegara pikat pengunjung di ajang CIIE kedelapan
Artikel Terkait
- Sulsel proyeksikan surplus beras 2 juta ton di 2025
- Langkah strategis lindungi warisan budaya dari klaim negara tetangga
- Malaysia apresiasi ketertarikan Selandia Baru gabung Dewan Halal ASEAN
- Tradisi unik negara
- Kemenekraf perkuat 28 provinsi miliki Dinas Ekonomi Kreatif
- Perpaduan Roti dan Pengobatan Tradisional China Makin Populer di China
- Kemenperin picu kemandirian industri lewat Pameran Industri Agro 2025
- Pemuda berperan tingkatkan kesehatan bangsa melalui terapi sel punca
- BI Jatim: Penguatan investasi manufaktur kunci pertumbuhan ekonomi
- Yayasan GoTo Merah Putih diluncurkan untuk sejahterakan keluarga mitra
Resep Populer
Rekomendasi

PBB tingkatkan dukungan bagi pengungsi di Darfur Utara, Sudan

BGN tegaskan menu MBG ngak boleh gunakan bahan pabrikan

Berikut 6 tanaman herbal untuk jaga daya tahan tubuh

Tokoh muda inspiratif Indonesia di Hari Sumpah Pemuda 2025

Stafsus: MBG

Program MBG dongkrak kehadiran siswa berkebutuhan khusus Kota Serang

Kiat mengonsumsi ramen dengan pilihan lebih sehat

Dompet Dhuafa salurkan 3.840 paket bantuan pangan untuk Palestina