Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-18 11:41:36【Resep Pembaca】339 orang sudah membaca
PerkenalanTim ahli gizi SPPG Polda Kepulauan Babel melakukan pemorsian MBG di Pangkalpinang. ANTARA/Antara Bab

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyarankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengkonsumsi makanan maksimal dua jam setelah dibagikan.
"Jadi, makanan itu idealnya dimakan ngak lebih dari dua jam setelah dimasak, kalau memang kudapannya digoreng, itu juga harus dibatasi agar ngak dimakan siswa lebih dari empat jam," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wamen Isyana apresiasi SPPG libatkan ahli gizi identifikasi alergen
Budi memahami bahwa Program MBG baru pertama kali berjalan di Indonesia, sehingga baik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun katering masih melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
"Ini karena pertama kali di Indonesia, jadi dunia kuliner dan gizi itu kan baru pertama kali membuat makanan dengan kapasitas 3.000-4000 setiap hari, jadi, katering komersial juga mungkin belum pernah punya pengalaman itu," ujar dia.
Budi menekankan pentingnya pelatihan keamanan pangan bagi petugas SPPG agar mampu mengelola distribusi MBG dengan lebih baik.
Baca juga: Pakar BGN paparkan sejumlah peran ahli gizi dalam Program MBG
Baca juga: Gubernur Kepri ingatkan ahli gizi SPPG kontrol ketat pengolahan MBG
"Jadi perlu dilakukan pelatihan, khususnya keamanan pangan. Ada beberapa informasi di SPPG itu saat memasak butuh waktu yang lama, pemorsian di holding-nya juga terlewati waktunya, kemudian waktu pengantarannya juga, sehingga ada risiko bahwa makanan itu dikonsumsi terlalu lama, ini perlu jadi kritik bagi BGN," tuturnya.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi lebih dari 13 ribu unit.
Suka(694)
Artikel Terkait
- Panduan mudah memelihara lobster air tawar untuk pemula
- SPPG Sawahlunto awasi ketat proses cuci ompreng MBG secara berlapis
- SPPG Meruya Selatan akui adanya uji organoleptik menu pradistribusi
- Kiat menghindari penyakit semasa banjir
- Mendagri: Inflasi YoY Oktober masih aman di angka 2,86 persen
- 526 rumah di Pandeglang terdampak banjir luapan sungai Ciliman
- SPPG Polda Maluku kawal mutu dan ketepatan distribusi MBG ke sekolah
- Kiat cerdas hemat biaya bulanan, manfaatkan gratis biaya admin
- HMI: MBG bisa hadirkan generasi sehat dan berdaulat
- KLH ungkap kondisi Tanjung Perak usai kedatangan kontainer Cs
Resep Populer
Rekomendasi

Polri gelar tanam jagung kuartal IV guna dukung swasembada pangan

Ahli Gizi sebut pentingnya pemberian MBG yang disertai dengan edukasi

526 rumah di Pandeglang terdampak banjir luapan sungai Ciliman

Kenapa lobster air tawar mudah mati? Ini penyebab dan pencegahannya

56 UMKM di Jakbar ikuti pelatihan komoditi makanan

SPPG Polres Grobogan percontohan dapur bergizi berstandar tinggi

BGN bilang Bali masih butuh banyak SPPG untuk layani MBG

Rekomendasi pola makan untuk jaga daya tahan hadapi cuaca ekstrem