Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-03 15:03:25【Resep Pembaca】339 orang sudah membaca
PerkenalanTim ahli gizi SPPG Polda Kepulauan Babel melakukan pemorsian MBG di Pangkalpinang. ANTARA/Antara Bab

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyarankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengkonsumsi makanan maksimal dua jam setelah dibagikan.
"Jadi, makanan itu idealnya dimakan ngak lebih dari dua jam setelah dimasak, kalau memang kudapannya digoreng, itu juga harus dibatasi agar ngak dimakan siswa lebih dari empat jam," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wamen Isyana apresiasi SPPG libatkan ahli gizi identifikasi alergen
Budi memahami bahwa Program MBG baru pertama kali berjalan di Indonesia, sehingga baik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun katering masih melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
"Ini karena pertama kali di Indonesia, jadi dunia kuliner dan gizi itu kan baru pertama kali membuat makanan dengan kapasitas 3.000-4000 setiap hari, jadi, katering komersial juga mungkin belum pernah punya pengalaman itu," ujar dia.
Budi menekankan pentingnya pelatihan keamanan pangan bagi petugas SPPG agar mampu mengelola distribusi MBG dengan lebih baik.
Baca juga: Pakar BGN paparkan sejumlah peran ahli gizi dalam Program MBG
Baca juga: Gubernur Kepri ingatkan ahli gizi SPPG kontrol ketat pengolahan MBG
"Jadi perlu dilakukan pelatihan, khususnya keamanan pangan. Ada beberapa informasi di SPPG itu saat memasak butuh waktu yang lama, pemorsian di holding-nya juga terlewati waktunya, kemudian waktu pengantarannya juga, sehingga ada risiko bahwa makanan itu dikonsumsi terlalu lama, ini perlu jadi kritik bagi BGN," tuturnya.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi lebih dari 13 ribu unit.
Suka(562)
Artikel Terkait
- Menengok suasana jelang pembukaan ajang CIIE ke
- Dinkes: Waspada ISPA, kembali pakai masker dan jaga jarak
- Lapas Narkotika Jakarta gagalkan penyelundupan sabu lewat ayam kecap
- BPKN siap panggil Aqua terkait dugaan sumber air dari sumur bor
- BNPB utamakan perbaikan tanggul jebol di Bekasi, cegah banjir susulan
- Kemenkes edukasi warga Manokwari soal sistem rujukan kesehatan
- Danantara terbuka untuk investasi dari pengusaha dan investor Brazil
- Ditjenpas pastikan Lapas Gunung Sitoli telah kondusif pascaricuh
- Komnas HAM pantau masalah MBG, ingatkan pangan
- Unilever tuntaskan lepas bisnis es krim Rp7 T ke Magnum di akhir 2025
Resep Populer
Rekomendasi

Ahli Gizi sebut pentingnya pemberian MBG yang disertai dengan edukasi

Terumbu karang Laut Merah tunjukkan kekebalan terhadap pemutihan

Kriminal kemarin, tersangka korupsi ekspor lalu sabu lewat ayam kecap

Petugas gabungan bersihkan puing kebakaran di Jakarta Barat

BKKBN: Ngak ada kasus keracunan MBG pada kelompok 3B di Jabar

HMI: MBG dan antikorupsi jadi mesin penggerak ekonomi setahun Prabowo

Kasus DBD di Jakbar jadi yang tertinggi di DKI

Menhan pastikan pembangunan Yonif Teritorial TP 821 berjalan baik