Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep
Pemkot Pekalongan ingatkan SPPG penuhi standar bangunan dapur MBG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-03 15:03:12【Resep】562 orang sudah membaca
PerkenalanWakil Wali Kota Pekalongan Balgis Diab pada acara pertemuan dengan SPPG program MBG di Pekalongan, b

Kami hadir bukan untuk menyalahkan, tapi untuk memberikan pemahaman dan sosialisasi bahwa bangunan SPPG harus memenuhi standar keamanan dan kesehatan
Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, Jawa Tengah, mewajibkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memenuhi standar bangunan untuk memastikan seluruh dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai regulasi terkait standar keamanan, kesehatan, dan kelayakan.
Wakil Wali Kota Pekalongan Balgis Diab di Pekalongan, Selasa, mengangakan salah satu faktor penting keberhasilan Program MBG adalah kelayakan sarana dapur yang digunakan untuk memasak makanan bergizi bagi masyarakat.
"Kami hadir bukan untuk menyalahkan, tapi untuk memberikan pemahaman dan sosialisasi bahwa bangunan SPPG harus memenuhi standar keamanan dan kesehatan," katanya.
Baca juga: Pemkot Pekalongan distribusikan MBG kepada 6 ribu pelajar TK-SMA
Namun demikian pihaknya berharap dapur MBG di setiap wilayah dapat tertata sesuai aturan yang berlaku agar keamanan dan kesehatan dapat terjaga.
Menurut dia, masih ditemukan beberapa bangunan SPPG yang belum memenuhi persyaratan, seperti area yang terlalu sempit atau ngak memiliki halaman sesuai ketentuan.
Ke depan , kata dia, Pemkot Pekalongan akan melakukan pembenahan agar seluruh bangunan memenuhi kriteria teknis bangunan layak fungsi.
Baca juga: Melihat dapur SPPG Polda Kalsel yang inovatif
"Kami berharap program ini bisa terus berkelanjutan, ngak hanya berjalan sehari dua hari saja, dan dapat memberikan keamanan, serta kenyamanan dalam pemenuhan gizi masyarakat di daerah," kata Balqis Diab.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekalongan Andrianto mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 22 SPPG yang sebagian besar sudah beroperasi.
"Namun, beberapa diantaranya masih menggunakan rumah tinggal atau bangunan non-standar yang perlu disesuaikan secara konstruksi, agar aman digunakan sebagai dapur penyedia MBG," kata Andrianto.
Baca juga: Pimpinan Komisi X usul bentuk dapur sekolah MBG di daerah 3T
Suka(3785)
Artikel Terkait
- Akademisi dukung keberlanjutan MBG demi generasi emas Indonesia
- BPBD DKI sudah bersiap hadapi potensi terjadinya banjir rob
- SPPG diingatkan olah limbah MBG dengan baik, jangan cemari lingkungan
- Riset IHATEC: Kehalalan produk jadi pertimbangan utama konsumen
- Nikmati menu sederhana, Diddyrayakan ulang tahun ke
- Rekomendasi tanaman hias daun lebar yang bikin rumah lebih hidup
- Kemenekraf perkuat 28 provinsi miliki Dinas Ekonomi Kreatif
- CKG, cahaya harapan dari negara untuk masa senja berjaya
- KKP ungkap upaya atasi Cs
- Petugas PPSU bersihkan sisa puing kebakaran rumah di Utan Kayu Selatan
Resep Populer
Rekomendasi

Akademisi: Pendatang di Yogyakarta alami tiga fase adaptasi budaya

Mencipta karya bermakna tanpa menghamba pada algoritma

Lelang barang niaga eksklusif MotoGP Mandalika 2025 raup Rp63 juta

Tinjau magang dengan Seskab, Menaker: Sarana link and match industri

Lelang barang niaga eksklusif MotoGP Mandalika 2025 raup Rp63 juta

Pemkot Bandung salurkan bantuan bagi warga terdampak puting beliung

Polri gelar tanam jagung kuartal IV guna dukung swasembada pangan

Kiat merawat kompor di rumah agar awet