Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
BPOM ajak Universitas Tsinghua berkolaborasi kembangkan ATMP
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-18 11:41:15【Resep Pembaca】500 orang sudah membaca
PerkenalanKepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menyampaikan kuliah umum kepada mahasaisw

Beijing (ANTARA) - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengajak mahasiswa, peneliti, dan industri di Universitas Tsinghua, Beijing, China, berkolaborasi dalam pengembangan Produk Obat Terapi Lanjutan(Advanced Therapy Medicinal Products/ATMP) di Indonesia.
"Kami ingin mengembangkan sains dan teknologi ke tahap lebih besar melalui konsep ABG: akademia, bisnis, dan government.Universitas Tsinghua, sebagai salah satu kampus terbaik di China, bisa bekerja sama dengan BPOM, termasuk transfer teknologi untuk dikembangkan di Indonesia," kata Taruna kepada ANTARA, Selasa (4/11).
Pernyataan itu Taruna sampaikan usai memberikan kuliah umum berjudul Regulatory Policy and Advanced Therapy Medicinal Products (ATMP) and Strategies to Accelerate Access to Innovative Medicinesdi Tsinghua.
Kuliah umum tersebut dihadiri sekitar 150 mahasiswa, dosen, peneliti, dan pelaku usaha bidang kesehatan.
ATMP adalah produk medis berbasis sel atau jaringan yang digunakan untuk pengobatan, pencegahan, atau diagnosis penyakit. Produk ini meliputi terapi sel, terapi gen, dan rekayasa jaringan, termasuk stem cell, sekretom, dan terapi gen.
Taruna menekankan pentingnya uji klinis sebagai pintu masuk pengembangan ATMP.
"Uji klinis memastikan keamanan, kualitas, dan kemanfaatan produk. Uji pra-klinis dilakukan dulu pada hewan, baru manusia," jelasnya.
Ia menambahkan, uji klinis juga membuka peluang investasi, termasuk pembangunan pabrik obat di Indonesia, dan peserta uji klinis memperoleh kompensasi finansial. Bila lolos, BPOM akan menerbitkan izin edar sehingga produk bisa digunakan masyarakat.
Taruna menyebut, 94 persen bahan baku obat di Indonesia masih impor, terutama dari China dan India.
"Gangguan impor bisa menimbulkan krisis obat. ATMP berbasis biologi menjadi harapan baru, karena saat ini 65 persen obat berbasis biologi," kata Taruna.
BPOM telah mengatur ATMP melalui Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pedoman Penilaian Produk Terapi Advanced dan Peraturan Nomor 18 Tahun 2022 tentang Cara Pembuatan Obat Berbasis Sel dan Jaringan Manusia.
Produk yang mengalami manipulasi melebihi standar atau digunakan untuk tujuan non-homolog wajib mendapat izin edar BPOM.
Suka(1)
Sebelumnya: Feature: Banyak pegawai federal AS andalkan bantuan pangan
Selanjutnya: Stafsus: MBG
Artikel Terkait
- Feature: Banyak pegawai federal AS andalkan bantuan pangan
- Ahli gizi sebut zat besi penting bagi peningkatan performa olahraga
- Pemerintah sebut produk cengkih terpapar Cs
- Festival Lima Danau momentum perkenalkan wisata Kabupaten Solok
- SPPG Polresta Pati kenalkan kuliner khas daerah lewat Program MBG
- Sukseskan MBG, TNI AD pelajari manajemen makanan militer Singapura
- Bantuan kemanusiaan pertama Turki usai gencatan senjata tiba di Gaza
- BJB tegaskan dukungannya pada MBG lewat pembiayaan SPPG
- Menteri PANRB pastikan persiapan tata kelola ekosistem pendukung MBG
- Pemerintah: Ekspor udang ke AS wajib bersertifikat bebas radioaktif
Resep Populer
Rekomendasi

Wamen Kabinet Merah Putih dukung ajang JMFW 2026

Polresta Bandara Soetta pastikan dapur MBG Polri teruji sesuai SOP

BGN apresiasi 31 SPPG di Lebak layani MBG aman dan ngak ada keracunan

Dinkes Kota Malang temukan mikroba di dalam sampel MBG

Laba bersih PalmCo tumbuh 84 persen jadi Rp3,48 T di kuartal III

Gula pasir bukan satu

Pemkot Bogor gencarkan Aksi Bergizi di sekolah tanamkan hidup sehat

KBRI Yangon apresiasi kemenangan Garuda Pertiwi atas Makau