Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Tempat Makan
Wali Kota Kupang mendorong percepatan SLHS bagi SPPG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-03 16:00:53【Tempat Makan】440 orang sudah membaca
PerkenalanWali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyerahkan SLHS kepada perwakilan SPPG yang telah lolos prose

...Makanan sehat bukan hanya soal gizi, tapi juga soal kebersihan dan cara penyajian
Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendorong percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut guna menjamin standar keamanan pangan dalam program MBG.
“Pemkot Kupang akan terus mendukung percepatan penerbitan SLHS bagi seluruh SPPG serta memastikan ngak ada pungutan biaya selama proses pendampingan dan bimbingan teknis dari Dinas Kesehatan,” kata Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo di Kupang, Selasa.
Ia mengangakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar kegiatan pemberian makanan, melainkan gerakan kemanusiaan dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sejak dini di Kota Kupang.
“Program MBG bukan hanya soal memberi makan, tapi membangun masa depan generasi penerus bangsa mulai dari ibu hamil, balita, hingga anak sekolah,” katanya.
Christian menekankan pentingnya penerapan aspek kebersihan dan keamanan pangan pada setiap tahapan pengolahan makanan di SPPG.
Baca juga: SPPG Sawahlunto awasi ketat proses cuci ompreng MBG secara berlapis
Para pengelola dapur MBG, lanjut dia, harus memperhatikan hal-hal detail, seperti kebersihan alat masak, penggunaan sarung tangan, penutup kepala, hingga higienitas penyajian.
“Makanan sehat bukan hanya soal gizi, tapi juga soal kebersihan dan cara penyajian. Hal-hal kecil seperti bekas sabun di alat masak bisa merusak kualitas makanan,” katanya menegaskan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang drg. Retnowati, menjelaskan penyerahan SLHS bertujuan meningkatkan status gizi dan kualitas kesehatan anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sekaligus menjamin keamanan pangan melalui penerapan standar higiene sanitasi.
“Dari 16 SPPG yang telah mengikuti proses pemeriksaan, tiga di antaranya dinyangakan lolos dan menerima sertifikat hari ini, sedangkan 12 lainnya masih menunggu hasil uji laboratorium,” katanya.
Ia menambahkan pemeriksaan bakteriologis dilakukan di Laboratorium Kesehatan Kota Kupang, sedangkan pemeriksaan kimia masih bekerja sama dengan Laboratorium Kesehatan Provinsi NTT.
Baca juga: 560 SPPG sudah kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi
Suka(3)
Artikel Terkait
- Wamen Kabinet Merah Putih dukung ajang JMFW 2026
- Imperial Group gaet JAPFA hadirkan tiga menu unik bagi pecinta kuliner
- Sepekan, sterilisasi dapur MBG hingga radikalisme di game online
- Kemenkes sebut 315 SPPG kini punya sertifikat laik higiene
- Rekomendasi tanaman hias daun lebar yang bikin rumah lebih hidup
- Ekonom: Rencana penurunan PPN bisa dongkrak daya beli dan sektor riil
- Satgas MBG Banyuasin pastikan menu sesuai dengan kebutuhan gizi
- DPR RI: Program MBG kelompok 3B perlu diperkuat untuk cegah stunting
- Petugas PPSU bersihkan sisa puing kebakaran rumah di Utan Kayu Selatan
- Dapur SPPG MBG Polres Blora layani 2.515 penerima manfaat
Resep Populer
Rekomendasi

16 spesies burung migran terpantau tiba di NTB

Kemendikdasmen raih penghargaan Mitra KCKR Terbaik 2024

DPR RI: Program MBG kelompok 3B perlu diperkuat untuk cegah stunting

DPR RI: Program MBG kelompok 3B perlu diperkuat untuk cegah stunting

Menlu Belanda harap rencana Trump permudah akses bantuan ke Gaza

Mendagri ingatkan pemda tetap waspada meski inflasi terkendali

Ahli gizi sebut zat besi penting bagi peningkatan performa olahraga

Kemenbud tetapkan Cingkhui Aceh Jaya jadi warisan budaya ngak benda RI