Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Tempat Makan
Wali Kota Kupang mendorong percepatan SLHS bagi SPPG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-27 16:40:03【Tempat Makan】183 orang sudah membaca
PerkenalanWali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyerahkan SLHS kepada perwakilan SPPG yang telah lolos prose

...Makanan sehat bukan hanya soal gizi, tapi juga soal kebersihan dan cara penyajian
Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendorong percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut guna menjamin standar keamanan pangan dalam program MBG.
“Pemkot Kupang akan terus mendukung percepatan penerbitan SLHS bagi seluruh SPPG serta memastikan ngak ada pungutan biaya selama proses pendampingan dan bimbingan teknis dari Dinas Kesehatan,” kata Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo di Kupang, Selasa.
Ia mengangakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar kegiatan pemberian makanan, melainkan gerakan kemanusiaan dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sejak dini di Kota Kupang.
“Program MBG bukan hanya soal memberi makan, tapi membangun masa depan generasi penerus bangsa mulai dari ibu hamil, balita, hingga anak sekolah,” katanya.
Christian menekankan pentingnya penerapan aspek kebersihan dan keamanan pangan pada setiap tahapan pengolahan makanan di SPPG.
Baca juga: SPPG Sawahlunto awasi ketat proses cuci ompreng MBG secara berlapis
Para pengelola dapur MBG, lanjut dia, harus memperhatikan hal-hal detail, seperti kebersihan alat masak, penggunaan sarung tangan, penutup kepala, hingga higienitas penyajian.
“Makanan sehat bukan hanya soal gizi, tapi juga soal kebersihan dan cara penyajian. Hal-hal kecil seperti bekas sabun di alat masak bisa merusak kualitas makanan,” katanya menegaskan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang drg. Retnowati, menjelaskan penyerahan SLHS bertujuan meningkatkan status gizi dan kualitas kesehatan anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sekaligus menjamin keamanan pangan melalui penerapan standar higiene sanitasi.
“Dari 16 SPPG yang telah mengikuti proses pemeriksaan, tiga di antaranya dinyangakan lolos dan menerima sertifikat hari ini, sedangkan 12 lainnya masih menunggu hasil uji laboratorium,” katanya.
Ia menambahkan pemeriksaan bakteriologis dilakukan di Laboratorium Kesehatan Kota Kupang, sedangkan pemeriksaan kimia masih bekerja sama dengan Laboratorium Kesehatan Provinsi NTT.
Baca juga: 560 SPPG sudah kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi
Suka(2431)
Artikel Terkait
- 11 SPPG 3T di Karimun dalam proses pembangunan
- Menteri P2MI lepas 600 pekerja ke Jepang, Korsel, Hong Kong, Taiwan
- BGN: Pegawai SPPG yang korupsi akan diproses hukum hingga pemecatan
- ITDC: Penanganan sampah MotoGP menerapkan prinsip ekonomi sirkuler
- Rekomendasi pola makan untuk jaga daya tahan hadapi cuaca ekstrem
- Pegiat soroti lemahnya aturan iklan kental manis ancam kesehatan anak
- CISDI: Cukai minuman berpemanis berpotensi tekan kasus baru diabetes
- Jelang akhir tahun, simak 8 ide liburan yang ngak biasa dan seru
- Bulan Sabit Merah sebut 29 staf di Gaza tewas sejak agresi Israel
- Berkah Makan Bergizi Gratis
Resep Populer
Rekomendasi

Komnas HAM pantau masalah MBG, ingatkan pangan

Posko pengungsian korban kebakaran di Matraman diperpanjang

Pemkot Padang ingatkan SPPG disiplin jalankan prosedur MBG

Forum CSR DKI soroti pentingnya dana CSR dalam keberlanjutan usaha

Kapolri sebut terduga pelaku bom siswa SMAN 72 Jakut

Penerima manfaat MBG diminta laporkan apabila alergi makanan tertentu

Halalicious Food Festival sajikan aneka produk halal dan ajang edukasi

Konsumsi gluten bagi yang alergi berisiko picu kerusakan pencernaan