Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Sehat
DPR dorong kemandirian gula nasional dari hulu ke hilir
BetFoodie Lidah Indonesia2026-02-26 08:24:52【Sehat】047 orang sudah membaca
PerkenalanAnggota Komisi VI DPR RI Rieke Diah Pitaloka berkunjung ke Pabrik Gula (PG) Gempolkrep di Kab

Perjuangan kita bukan hanya untuk swasembada gula tapi juga Save Molases Nasional. Mari kita dukung Presiden Prabowo yang sangat memperhatikan keberlangsungan industri gula Indonesia,
Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mendorong kemandirian industri gula nasional dari hulu ke hilir demi mewujudkan swasembada gula serta Save Molases Nasional.
"Perjuangan kita bukan hanya untuk swasembada gula tapi juga Save Molases Nasional. Mari kita dukung Presiden Prabowo yang sangat memperhatikan keberlangsungan industri gula Indonesia," kata Anggota Komisi VI DPR RI Rieke Diah Pitaloka di Surabaya, Senin.
Save Molases Nasional sendiri merupakan sebuah target baru pemerintah Indonesia untuk mengamankan dan mengoptimalkan pemanfaatan molases atau tetes tebu secara nasional khususnya dalam konteks industri gula dan ketahanan pangan.
Menurut Rieke, langkah pemerintah sudah cepat dalam merespons persoalan penyerapan gula petani yang sebelumnya terdapat sekitar 100 ribu ton gula petani yang belum terserap.
Baca juga: ESDM gandeng industri singkong hingga tebu genjot produksi etanol
Persoalan itu, kata dia, telah teratasi melalui koordinasi lintas kementerian serta DPR RI dan dukungan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Bahkan pimpinan Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto akhirnya berkomunikasi dengan berbagai pihak hingga keluar anggaran dari kas negara sebanyak Rp1,5 triliun.
Anggaran tersebut digunakan untuk menugaskan dua pabrik gula BUMN yakni PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) untuk menyerap gula petani yang belum tertampung.
Ngak hanya itu, upaya diperkuat dengan kebijakan pemerintah yang telah menghapus Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen terhadap penjualan gula petani sehingga meningkatkan daya saing dan menunjukkan keberpihakan terhadap produksi dalam negeri.
Baca juga: SGN: Harga gula Rp14.500 per kilogram jaga keberlanjutan petani tebu
Selain menyoroti aspek hilir gula, Rieke juga menegaskan pentingnya pengembangan produk turunan tebu salah satunya molases atau tetes tebu yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Ia menyebutkan, molases berpotensi menjadi bahan baku penting bagi industri makanan, farmasi, kosmetik, dan energi baru terbarukan khususnya etanol.
“Karena pada 2027 kita akan menuju program E10,” kata Rieke.
Baca juga: Komisi VI DPR dan SGN pantau kesiapan industri bioenergi di Mojokerto
Suka(2)
Sebelumnya: Tips aman dan nyaman menonton konser
Selanjutnya: CP Group Thailand yakin pada pasar China yang luas dan terbuka
Artikel Terkait
- Dokter ingatkan konsumen untuk periksa label produk perawatan kulit
- DPR RI: Program MBG kelompok 3B perlu diperkuat untuk cegah stunting
- Promosikan kuliner, makan gratis di Sungai Kapuas ramai pengunjung
- PBB: Peningkatan bantuan kemanusiaan di Gaza berjalan baik
- Ini kata SPPG Meruya Selatan terkait asal menu beracun pada MBG
- Promosikan kuliner, makan gratis di Sungai Kapuas ramai pengunjung
- SPPG Polsek Palmerah Jakbar uji coba penyajian menu MBG
- BGN konsolidasikan daerah perkuat tata kelola makanan bergizi
- 526 rumah di Pandeglang terdampak banjir luapan sungai Ciliman
- Bangka Tengah bagikan menu MBG bagi 2.717 pelajar
Resep Populer
Rekomendasi

SPPG Polda Maluku kawal mutu dan ketepatan distribusi MBG ke sekolah

Puluhan siswa SMP di Tulungagung Jatim keracunan MBG

BGN apresiasi 31 SPPG di Lebak layani MBG aman dan ngak ada keracunan

DPR RI: Program MBG kelompok 3B perlu diperkuat untuk cegah stunting

Lelang barang niaga eksklusif MotoGP Mandalika 2025 raup Rp63 juta

Pemerintah tegaskan AS ngak larang impor udang dan cengkeh asal RI

8 fakta minum kopi hitam bermanfaat untuk kesehatan hati

Ahli gizi imbau kantin sekolah siapkan makanan saling melengkapi MBG