Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
Potret pembuat gelato Italia yang mengejar impian di Shanghai
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-03 14:02:33【Kabar Kuliner】291 orang sudah membaca
PerkenalanAlessandro Conti (kiri) berbincang dengan pelanggan di toko gelato miliknya di Shanghai, China timur

Shanghai (ANTARA) - Di Kawasan Perlindungan Sejarah Jalan Hengshan-Fuxing (Hengfu) di Distrik Xuhui, Shanghai, terdapat sebuah kedai bernama Amuni Gelato yang menawarkan es krim ala Italia.
Pemilik kedai gelato ini adalah Alessandro Conti.
Hubungan Conti dengan China bermula saat dia masih mahasiswa.
Conti mengambil jurusan bahasa Mandarin di Universitas Palermo dan kemudian mengikuti program pertukaran mahasiswa di Chongqing, China barat daya.
Mengantongi gelar sarjana dalam penerjemahan simultan, Conti fasih berbahasa Italia, Inggris, dan Mandarin.

"Saya telah tinggal di banyak kota di China, tapi Shanghai adalah favorit saya," kata Conti.
"Ini kota internasional yang beragam, serta memberikan kesempatan bagi semua orang untuk mengekspresikan diri."
Preferensi Conti terhadap Shanghai mendorongnya untuk menetap di Shanghai dan memulai bisnisnya sendiri.

Sebagai vlogger makanan Italia dan pengusaha yang berbasis di Shanghai, Conti percaya bahwa keterbukaan dan inklusivitas Shanghai menjadi katalis bagi pengusaha muda.
"Mendirikan perusahaan di sini sangat mudah. Dari pendaftaran hingga penerbitan izin usaha, efisiensinya luar biasa," ujar Conti. "Saya ingin membangun keluarga dan masa depan saya di sini."
Suka(98)
Sebelumnya: HMI: MBG bisa hadirkan generasi sehat dan berdaulat
Selanjutnya: 11 SPPG 3T di Karimun dalam proses pembangunan
Artikel Terkait
- DPR ingatkan Kemenhan agar gandeng BPOM distribusi vitamin ke SPPG
- Pegiat soroti lemahnya aturan iklan kental manis ancam kesehatan anak
- China catat pertumbuhan konsumsi yang stabil di liburan Hari Nasional
- Bank Aladin Syariah siap biayai pelaku usaha halal Rp19 miliar
- Kiat merawat kompor di rumah agar awet
- Bank Aladin Syariah siap biayai pelaku usaha halal Rp19 miliar
- 50 korban kebakaran rumah di Tambora Jakbar mengungsi
- BGN: Sudah ada 17 SPPG mendaftar di Pasaman Barat
- BPS: Konsumsi rumah tangga kuartal III melambat karena siklus musiman
- Kemendukbangga serukan sinergi atasi stunting lewat Program Genting
Resep Populer
Rekomendasi

Dari dapur saat fajar, ke meja belajar

CISDI: Cukai minuman berpemanis berpotensi tekan kasus baru diabetes

Menelaah tren "doom spending" Gen Z sebagai motor penggerak ekonomi

Resep nasi goreng buah naga yang tinggi nutrisi

Ini kata SPPG Meruya Selatan terkait asal menu beracun pada MBG

Posko pengungsian korban kebakaran di Matraman diperpanjang

Riset: Kril Antartika enggan konsumsi makanan bermikroplastik

Kemendag: Perlakuan udang terkontaminasi radioaktif dibahas intensif