Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Sehat
Wali Kota Kupang mendorong percepatan SLHS bagi SPPG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-03 14:02:49【Sehat】176 orang sudah membaca
PerkenalanWali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyerahkan SLHS kepada perwakilan SPPG yang telah lolos prose

...Makanan sehat bukan hanya soal gizi, tapi juga soal kebersihan dan cara penyajian
Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendorong percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut guna menjamin standar keamanan pangan dalam program MBG.
“Pemkot Kupang akan terus mendukung percepatan penerbitan SLHS bagi seluruh SPPG serta memastikan ngak ada pungutan biaya selama proses pendampingan dan bimbingan teknis dari Dinas Kesehatan,” kata Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo di Kupang, Selasa.
Ia mengangakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar kegiatan pemberian makanan, melainkan gerakan kemanusiaan dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sejak dini di Kota Kupang.
“Program MBG bukan hanya soal memberi makan, tapi membangun masa depan generasi penerus bangsa mulai dari ibu hamil, balita, hingga anak sekolah,” katanya.
Christian menekankan pentingnya penerapan aspek kebersihan dan keamanan pangan pada setiap tahapan pengolahan makanan di SPPG.
Baca juga: SPPG Sawahlunto awasi ketat proses cuci ompreng MBG secara berlapis
Para pengelola dapur MBG, lanjut dia, harus memperhatikan hal-hal detail, seperti kebersihan alat masak, penggunaan sarung tangan, penutup kepala, hingga higienitas penyajian.
“Makanan sehat bukan hanya soal gizi, tapi juga soal kebersihan dan cara penyajian. Hal-hal kecil seperti bekas sabun di alat masak bisa merusak kualitas makanan,” katanya menegaskan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang drg. Retnowati, menjelaskan penyerahan SLHS bertujuan meningkatkan status gizi dan kualitas kesehatan anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sekaligus menjamin keamanan pangan melalui penerapan standar higiene sanitasi.
“Dari 16 SPPG yang telah mengikuti proses pemeriksaan, tiga di antaranya dinyangakan lolos dan menerima sertifikat hari ini, sedangkan 12 lainnya masih menunggu hasil uji laboratorium,” katanya.
Ia menambahkan pemeriksaan bakteriologis dilakukan di Laboratorium Kesehatan Kota Kupang, sedangkan pemeriksaan kimia masih bekerja sama dengan Laboratorium Kesehatan Provinsi NTT.
Baca juga: 560 SPPG sudah kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi
Suka(83)
Artikel Terkait
- Kepala BPOM jelaskan potensi pengembangan ATMP ke mahasiswa Beijing
- Dinkes Serang latih seribu relawan SPPG guna jamin keamanan pangan MBG
- Yili Raih Dua IDF Dairy Innovation Awards di World Dairy Summit 2025
- Warga relokasi Cikande berharap dekontaminasi cepat selesai agar bisa pulang
- Rekomendasi tanaman hias daun lebar yang bikin rumah lebih hidup
- Anggota DPRD Jabar: Pengawasan Program MBG harus diperketat
- BRIN soroti cara penyimpanan bahan makanan oleh SPPG untuk sajian MBG
- Sekitar 350 keluarga di Sudan berjalan kaki 50 km untuk mengungsi
- Pemkab Bantul kumpulkan pengelola SPPG untuk evaluasi MBG
- Unhas budidaya jamur tiram di Kampung Rimba
Resep Populer
Rekomendasi

CORE: Jelang Natal, pasokan

Juara di Jakarta, Daiki Hashimoto haus ukir prestasi di panggung akbar

BGN tegaskan ngak ada SPPG yang boleh memasak sebelum jam 12 malam

SPPG Polri terapkan standar “food safety” untuk program MBG

Rekomendasi tanaman hias daun lebar yang bikin rumah lebih hidup

Guangxi sambut era baru industri ulat sutra yang lebih cerdas

Unhas budidaya jamur tiram di Kampung Rimba

Wamendukbangga bagikan MBG untuk balita dan ibu hamil di Tanjungpinang