Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Tempat Makan
Pemkot Pekalongan ingatkan SPPG penuhi standar bangunan dapur MBG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-18 12:25:05【Tempat Makan】523 orang sudah membaca
PerkenalanWakil Wali Kota Pekalongan Balgis Diab pada acara pertemuan dengan SPPG program MBG di Pekalongan, b

Kami hadir bukan untuk menyalahkan, tapi untuk memberikan pemahaman dan sosialisasi bahwa bangunan SPPG harus memenuhi standar keamanan dan kesehatan
Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, Jawa Tengah, mewajibkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memenuhi standar bangunan untuk memastikan seluruh dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai regulasi terkait standar keamanan, kesehatan, dan kelayakan.
Wakil Wali Kota Pekalongan Balgis Diab di Pekalongan, Selasa, mengangakan salah satu faktor penting keberhasilan Program MBG adalah kelayakan sarana dapur yang digunakan untuk memasak makanan bergizi bagi masyarakat.
"Kami hadir bukan untuk menyalahkan, tapi untuk memberikan pemahaman dan sosialisasi bahwa bangunan SPPG harus memenuhi standar keamanan dan kesehatan," katanya.
Baca juga: Pemkot Pekalongan distribusikan MBG kepada 6 ribu pelajar TK-SMA
Namun demikian pihaknya berharap dapur MBG di setiap wilayah dapat tertata sesuai aturan yang berlaku agar keamanan dan kesehatan dapat terjaga.
Menurut dia, masih ditemukan beberapa bangunan SPPG yang belum memenuhi persyaratan, seperti area yang terlalu sempit atau ngak memiliki halaman sesuai ketentuan.
Ke depan , kata dia, Pemkot Pekalongan akan melakukan pembenahan agar seluruh bangunan memenuhi kriteria teknis bangunan layak fungsi.
Baca juga: Melihat dapur SPPG Polda Kalsel yang inovatif
"Kami berharap program ini bisa terus berkelanjutan, ngak hanya berjalan sehari dua hari saja, dan dapat memberikan keamanan, serta kenyamanan dalam pemenuhan gizi masyarakat di daerah," kata Balqis Diab.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekalongan Andrianto mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 22 SPPG yang sebagian besar sudah beroperasi.
"Namun, beberapa diantaranya masih menggunakan rumah tinggal atau bangunan non-standar yang perlu disesuaikan secara konstruksi, agar aman digunakan sebagai dapur penyedia MBG," kata Andrianto.
Baca juga: Pimpinan Komisi X usul bentuk dapur sekolah MBG di daerah 3T
Suka(4)
Sebelumnya: Benarkah kecoak bisa cemari udara rumah?
Selanjutnya: Perkuat kemitraan, ASEAN
Artikel Terkait
- Singapura tarik produk kismis usai ditemukan alergen
- Gempa bumi dangkal, magnitudo 4,4 terjadi di Tarakan Kaltara
- Mewujudkan ekonomi berkeadilan tanpa tambang
- UI gelar sarasehan nasional bahas lingkungan dan kesehatan
- BGN bilang Bali masih butuh banyak SPPG untuk layani MBG
- Berbagai produk terbaru debut di ajang CIIE kedelapan di Shanghai
- Wamentan dorong sektor pertanian nasional pasok kebutuhan haji
- 16 spesies burung migran terpantau tiba di NTB
- BPKN wajibkan pelaku usaha patuhi regulasi keamanan pangan
- SD Negeri OO3 Penajam ajarkan kemandirian lewat program MBG
Resep Populer
Rekomendasi

UI gelar sarasehan nasional bahas lingkungan dan kesehatan

Benarkah kecoak bisa cemari udara rumah?

56 UMKM di Jakbar ikuti pelatihan komoditi makanan

Sulsel proyeksikan surplus beras 2 juta ton di 2025

Kasus ompreng MBG palsu, BGN tegaskan bahan harus stainless steel 304

16 spesies burung migran terpantau tiba di NTB

BGN minta Dinkes ngak asal keluarkan SLHS untuk dapur MBG

BGN hentikan operasional SPPG Kota Soe 1 NTT imbas keracunan MBG