Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Sehat
Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda
BetFoodie Lidah Indonesia2026-01-11 05:58:49【Sehat】599 orang sudah membaca
PerkenalanDirektur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menghadiri

Jakarta (ANTARA) - Misi dagang Kementerian Perdagangan RI bertajuk "Where Spices Tell Stories" ke Belanda pada 29 Oktober-1 November 2025 mencatatkan potensi transaksi senilai 14,6 juta dolar AS atau sekitar Rp239,4 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengangakan keberhasilan tersebut memberi sinyal positif bagi peningkatan ekspor sektor rempah dan bumbu Indonesia. Capaian itu juga merefleksikan tingginya minat pasar Eropa terhadap produk rempah dan bumbu Nusantara.
"Importir Eropa menilai produk rempah dan bumbu Indonesia memiliki keunggulan dari segi aroma dan kualitas. Produk kita juga berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pasar pangan organik dan berkelanjutan yang sedang berkembang pesat di Eropa," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Adapun rempah dan bumbu yang paling diminati antara lain pala, lada putih, kunyit, jahe, serta bumbu makanan siap pakai.
Potensi transaksi dicapai melalui kegiatan forum bisnis dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching) yang diselenggarakan di Indonesia House Amsterdam pada 30 Oktober 2025. Dalam forum ini, pelaku usaha Indonesia memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pembeli asal Belanda, Prancis, dan Jerman.
Misi dagang diikuti sepuluh pelaku usaha Indonesia. Para peserta misi dagang mendapat kesempatan langsung menjajaki kerja sama dagang dengan mitra Eropa, serta memperluas jejaring distribusi di Belanda yang dikenal sebagai pintu gerbang perdagangan Eropa.
Selain forum bisnis, para peserta juga mengunjungi beberapa importir besar seperti Amboina, Nesia Food BV, Bina BV, dan INA Trading/Furnilux untuk mempelajari pola impor dan distribusi produk rempah di pasar Belanda.
Sebagai bagian dari rangkaian misi dagang tersebut, Kemendag menjalin pertemuan dengan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries(CBI) dan Netherlands Enterprise Agency (RVO) pada 31 Oktober 2025.
Pertemuan membahas penguatan kelembagaan ekspor, pengembangan produk, serta akses pasar bagi sektor pertanian dan perikanan.
Suka(6764)
Sebelumnya: CP Group Thailand yakin pada pasar China yang luas dan terbuka
Selanjutnya: Warga Taiwan Berbondong
Artikel Terkait
- Joyland Sessions digelar November, ada L'Impératrice hingga TV Girl
- Polri tindak pengguna vape etomidate meski bukan narkotika
- Ngak hanya segar, 10 buah ini efektif cegah dehidrasi saat cuaca panas
- Konsumsi domestik naik, laba Unilever tumbuh menjadi Rp3,33 triliun
- Pemkot Bandung salurkan bantuan bagi warga terdampak puting beliung
- Dinkes Serang latih seribu relawan SPPG guna jamin keamanan pangan MBG
- Pemkot Banjarmasin: Puluhan siswa alami mual sebelum MBG dibagikan
- Terumbu karang Laut Merah tunjukkan kekebalan terhadap pemutihan
- Pemkab Banyuasin kumpulkan koordinator 34 SPPG evaluasi program MBG
- Ombudsman RI ungkap temuan pelaksanaan Program MBG di Ambon
Resep Populer
Rekomendasi

Anggota DPR dukung perluasan MBG dengan pembenahan

BRIN temukan penggunaan "test kit" kurang sesuai dalam kegiatan MBG

Kriminal kemarin, tersangka korupsi ekspor lalu sabu lewat ayam kecap

Ahli: Hirup mikroplastik jangka panjang berisiko picu penyakit paru

DPRD Banjarmasin desak SPPG tingkatkan higienitas cegah keracunan MBG

BGN gelar bimtek penjamah makanan program MBG di Bekasi

Gastronomi Britania modern dengan sedikit sentuhan Indonesia

Anggota DPRD Jabar: Pengawasan Program MBG harus diperketat