Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Sehat
Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-23 16:33:28【Sehat】599 orang sudah membaca
PerkenalanDirektur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menghadiri

Jakarta (ANTARA) - Misi dagang Kementerian Perdagangan RI bertajuk "Where Spices Tell Stories" ke Belanda pada 29 Oktober-1 November 2025 mencatatkan potensi transaksi senilai 14,6 juta dolar AS atau sekitar Rp239,4 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengangakan keberhasilan tersebut memberi sinyal positif bagi peningkatan ekspor sektor rempah dan bumbu Indonesia. Capaian itu juga merefleksikan tingginya minat pasar Eropa terhadap produk rempah dan bumbu Nusantara.
"Importir Eropa menilai produk rempah dan bumbu Indonesia memiliki keunggulan dari segi aroma dan kualitas. Produk kita juga berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pasar pangan organik dan berkelanjutan yang sedang berkembang pesat di Eropa," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Adapun rempah dan bumbu yang paling diminati antara lain pala, lada putih, kunyit, jahe, serta bumbu makanan siap pakai.
Potensi transaksi dicapai melalui kegiatan forum bisnis dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching) yang diselenggarakan di Indonesia House Amsterdam pada 30 Oktober 2025. Dalam forum ini, pelaku usaha Indonesia memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pembeli asal Belanda, Prancis, dan Jerman.
Misi dagang diikuti sepuluh pelaku usaha Indonesia. Para peserta misi dagang mendapat kesempatan langsung menjajaki kerja sama dagang dengan mitra Eropa, serta memperluas jejaring distribusi di Belanda yang dikenal sebagai pintu gerbang perdagangan Eropa.
Selain forum bisnis, para peserta juga mengunjungi beberapa importir besar seperti Amboina, Nesia Food BV, Bina BV, dan INA Trading/Furnilux untuk mempelajari pola impor dan distribusi produk rempah di pasar Belanda.
Sebagai bagian dari rangkaian misi dagang tersebut, Kemendag menjalin pertemuan dengan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries(CBI) dan Netherlands Enterprise Agency (RVO) pada 31 Oktober 2025.
Pertemuan membahas penguatan kelembagaan ekspor, pengembangan produk, serta akses pasar bagi sektor pertanian dan perikanan.
Suka(47)
Sebelumnya: Kiat menghindari penyakit semasa banjir
Selanjutnya: Pemkot Pekalongan ingatkan SPPG penuhi standar bangunan dapur MBG
Artikel Terkait
- Bupati Bekasi instruksikan percepatan penanganan banjir
- Kecemasan orang tua bisa memperparah alergi pada anak
- Seskab: Presiden ingin semua anak dapat bersekolah di Sekolah Rakyat
- Menyambut penerbang dari bumi utara
- 2.031 anak terima manfaat MBG Polres Solok Selatan
- TNI AL benarkan satu pecatan prajurit terlibat penyekapan di Tangsel
- Tersedak bisa berbahaya, ini cara pertolongan pertama yang tepat
- Produk olahan rempah Indonesia dilirik pasar Timur Tengah dan Afrika
- IHSG BEI menguat seiring stabilitas ekonomi domestik
- Pelni jamin menu makan untuk penumpang penuhi standar keamanan pangan
Resep Populer
Rekomendasi

Wamen Kabinet Merah Putih dukung ajang JMFW 2026

Rumput dari Tiongkok Mengubah Kehidupan di Fiji

Menperin: Industri busana muslim RI tempati urutan pertama dunia

SLB Negeri Kudus dapatkan menu makanan sesuai kebutuhan siswa difabel

Kemensos rehabilitasi korban ledakan di masjid SMA 72 Jakarta

Apa itu perayaan Diwali yang disebut dengan Festival Cahaya?

Menikmati gemerlap cahaya Guangzhou dari kapal di Sungai Mutiara

BGN bimbing 30 ribu penjamah pangan tingkatkan kualitas layanan MBG