Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Tempat Makan
SPPG Tanbu perketat pengawasan kualitas MBG sebelum didistribusikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-03 16:00:54【Tempat Makan】067 orang sudah membaca
PerkenalanPejabat Sementara Kasi Dokkes AIPDA Yundha Wijaya (kanan) melakukan uji sampel MBG untuk memastikan

Batulicin, Kalsel (ANTARA) - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemala Bhayangkari Polres Tanah Bumbu, Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) memperketat pengawasan kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melakukan uji sampel makanan sebelum paket didistribusikan ke penerima manfaat.
Pejabat Sementara Kasi Dokkes Polres Tanah Bumbu Aipda Yundha Wijaya di Batulicin, Selasa, mengangakan ada dua tahap uji sampel makanan untuk memastikan bahwa makanan tersebut benar benar aman sebelum dikonsumsi.
Baca juga: Pemkab Tanah bumbu anggarkan dana Rp64 miliar untuk Program MBG
"Tahap pertama yang dilakukan pengecekan organoleptik terdiri atas pemeriksaan bau, rasa dan tekstur makanan dicek langsung oleh petugas ahli dari Dokkes," kata Yundha.
Selanjutnya, tahap kedua, petugas Dokkes mengambil 10-20 gram sampel makanan dicampur air dan dihancurkan, kemudian dimasukkan ke tabung reaksi untuk deteksi zat berbahaya seperti arsen, sianida, nitrit formalin.
Hasilnya, jika sampel yang diuji menunjukkan reaksi warna yang melebihi ambang batas bahaya, makanan tersebut ngak didistribusikan.
"Sejak dioperasikan pada 8 September 2025, SPPG Kemala Bhayangkari Polres Tanah Bumbu terus menerapkan sistem food safetyuntuk menjamin kualitas dan higienitas makanan," kata Yundha.
Yudha melanjutkan sebelum makanan bergizi gratis sampai di tangan penerima manfaat, tim SPPG telah menjalankan serangkaian tahapan ketat yang dilakukan oleh sebanyak 42 orang yang bertugas di delapan divisi SPPG Kemala Bhayangkari.
Baca juga: KLH kembangkan percontohan pengelolaan sampah di Tanah Bumbu
Baca juga: Pemkab Tanah bumbu anggarkan dana Rp64 miliar untuk Program MBG
Delapan divisi tersebut terdiri atas tim persiapan sebanyak tujuh orang, tim masak sebanyak delapan orang, tim pemeriksaan sebanyak sembilan orang, tim mencuci alat makanan delapan orang, tim pengantar atau distribusi empat orang dan dua orang office boy dan keamanan.
"SPPG juga diwajibkan memiliki tiga sertifikat, yakni Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), sertifikat halal dan seluruh proses sertifikasi saat ini dalam proses," ujarnya.
Suka(696)
Sebelumnya: Mematri gerakan energi lestari dari sekolah berdikari
Selanjutnya: Benarkah kecoak bisa cemari udara rumah?
Artikel Terkait
- Polda Kepri periksa tujuh ABK Kapal Shing Xing dalam dugaan TPPO
- PBB terima laporan adanya kekerasan seksual di El Fasher, Sudan
- Bupati Bekasi instruksikan percepatan penanganan banjir
- SPPG Polda Maluku kawal mutu dan ketepatan distribusi MBG ke sekolah
- Kronologi dan rangkuman fakta ledakan di SMA 72 Jakarta
- Kalteng pastikan dukungan penuh keberlangsungan program Sekolah Rakyat
- Laba bersih PalmCo tumbuh 84 persen jadi Rp3,48 T di kuartal III
- Menteri PANRB pastikan persiapan tata kelola ekosistem pendukung MBG
- KKP ungkap upaya atasi Cs
- SPPG Polresta Pati kenalkan kuliner khas daerah lewat Program MBG
Resep Populer
Rekomendasi

Ekonomi TW

Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda

BKKBN: Ngak ada kasus keracunan MBG pada kelompok 3B di Jabar

Kalteng pastikan dukungan penuh keberlangsungan program Sekolah Rakyat

Bulan Sabit Merah sebut 29 staf di Gaza tewas sejak agresi Israel

Dari Jakarta ke Belem, langkah panjang Indonesia tuk aksi nyata COP30

Celios dorong penguatan industri besi hingga mamin jaga ekspor RI

Mematri gerakan energi lestari dari sekolah berdikari