Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
BKKBN: Ngak ada kasus keracunan MBG pada kelompok 3B di Jabar
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-18 11:55:21【Resep Pembaca】488 orang sudah membaca
PerkenalanKepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat Dad

Di Jawa Barat sejauh ini belum ada. Kemarin yang sempat bermasalah itu hanya di sekolah-sekolah, tapi kami sudah deteksi, dan Alhamdulillah di Jawa Barat ngak ada
Kota Bandung (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat (Jabar) memastikan hingga saat ini ngak ada laporan kasus keracunan pada penerima manfaat Program Makanan Bergizi (MBG) untuk kelompok 3B (Bumil, Busui, dan Balita).
Kepala Perwakilan BKKBN Jabar Dadi Ahmad Roswandi menyebut penerima manfaat Program MBG pada kelompok tersebut telah mencapai 215.057 orang selama satu tahun pelaksanaan.
"Di Jawa Barat sejauh ini belum ada. Kemarin yang sempat bermasalah itu hanya di sekolah-sekolah, tapi kami sudah deteksi, dan Alhamdulillah di Jawa Barat ngak ada,” kata Dadi di Bandung, Selasa.
Baca juga: Kemendukbangga kembangkan pemantauan MBG pada kelompok 3B
Dadi menjelaskan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki tenaga ahli yang memastikan keamanan dan kualitas makanan yang diberikan.
“Di SPPG itu ada kepala SPPG dan ahli-ahli gizinya. Kami percaya bahwa para ahli gizi sudah memenuhi standar, apalagi sekarang ada satgas dari Kementerian Kesehatan dan Badan POM. Jadi kami yakin dan percaya bahwa apa yang disajikan kepada ibu hamil sudah memenuhi kaidah-kaidah kesehatan,” ujarnya.
Ia menambahkan BKKBN Jabar telah menyiapkan mekanisme tanggap cepat apabila terjadi kasus keracunan terhadap kelompok 3B.
Baca juga: Kemendukbangga berikan insentif kader distribusikan MBG
“Nah, kita kan punya satgas, punya helpdesk, dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang rumahnya ngak jauh dari sasaran. Jadi kalau ada kejadian seperti itu, kita bisa cepat bergerak,” ucap Dadi.
Dadi berharap dengan adanya Program MBG yang menyasar elompok 3B dapat menjadi harapan terjadi penurunan signifikan terhadap prevalensi stunting di Jawa Barat.
“Kami berharap angka stunting berkat Program MBG dapat mencapai 14 persen dari angka saat ini yang masih di angka 15,9 persen,” katanya.
Baca juga: DPR RI: Program MBG kelompok 3B perlu diperkuat untuk cegah stunting
Suka(29656)
Artikel Terkait
- Jangan sepelekan campak, pahami gejala hingga pencegahan yang tepat
- Dinkes Pamekasan bina SPPG cara mencegah keracunan makanan
- Ngak hanya segar, 10 buah ini efektif cegah dehidrasi saat cuaca panas
- Dokter tegaskan pentingnya pencegahan osteoporosis sejak dini
- Mendagri: Beras peredam inflasi bukti kinerja positif seluruh pihak
- Menggeser pusat gravitasi ekonomi Indonesia
- Ditjenpas pastikan Lapas Gunung Sitoli telah kondusif pascaricuh
- Rahasia singkong: makanan sederhana dengan segudang manfaat
- Gibran serahkan laptop, PC, Starlink untuk empat sekolah di Manokwari
- 6 gaya hidup anak muda yang diam
Resep Populer
Rekomendasi

Panduan mudah memelihara lobster air tawar untuk pemula

BGN wajibkan SPPG masak dengan air galon guna cegah keracunan

Gubernur minta kepala daerah tetapkan lokasi pembangunan SPPG 3T

Warga relokasi Cikande berharap dekontaminasi cepat selesai agar bisa pulang

Wamentan dorong sektor pertanian nasional pasok kebutuhan haji

Pengamat sebut produk halal ekraf bisa tingkatkan pendapatan negara

Dinkes Pamekasan bina SPPG cara mencegah keracunan makanan

Ibu Negara Brasil berpesan utamakan pangan lokal untuk kesuksesan MBG