Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Tempat Makan
Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-03 15:03:27【Tempat Makan】785 orang sudah membaca
PerkenalanTim ahli gizi SPPG Polda Kepulauan Babel melakukan pemorsian MBG di Pangkalpinang. ANTARA/Antara Bab

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyarankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengkonsumsi makanan maksimal dua jam setelah dibagikan.
"Jadi, makanan itu idealnya dimakan ngak lebih dari dua jam setelah dimasak, kalau memang kudapannya digoreng, itu juga harus dibatasi agar ngak dimakan siswa lebih dari empat jam," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wamen Isyana apresiasi SPPG libatkan ahli gizi identifikasi alergen
Budi memahami bahwa Program MBG baru pertama kali berjalan di Indonesia, sehingga baik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun katering masih melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
"Ini karena pertama kali di Indonesia, jadi dunia kuliner dan gizi itu kan baru pertama kali membuat makanan dengan kapasitas 3.000-4000 setiap hari, jadi, katering komersial juga mungkin belum pernah punya pengalaman itu," ujar dia.
Budi menekankan pentingnya pelatihan keamanan pangan bagi petugas SPPG agar mampu mengelola distribusi MBG dengan lebih baik.
Baca juga: Pakar BGN paparkan sejumlah peran ahli gizi dalam Program MBG
Baca juga: Gubernur Kepri ingatkan ahli gizi SPPG kontrol ketat pengolahan MBG
"Jadi perlu dilakukan pelatihan, khususnya keamanan pangan. Ada beberapa informasi di SPPG itu saat memasak butuh waktu yang lama, pemorsian di holding-nya juga terlewati waktunya, kemudian waktu pengantarannya juga, sehingga ada risiko bahwa makanan itu dikonsumsi terlalu lama, ini perlu jadi kritik bagi BGN," tuturnya.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi lebih dari 13 ribu unit.
Suka(55519)
Artikel Terkait
- Wabup Lambar ingatkan SPPG penuhi standar bangunan dapur MBG
- Bantuan kemanusiaan pertama Turki usai gencatan senjata tiba di Gaza
- Satgas MBG Banyuasin pastikan menu sesuai dengan kebutuhan gizi
- SPPG Tulungagung dihentikan sementara usai insiden keracunan massal
- Kemendes: Kebutuhan Makan Bergizi Gratis diharapkan disuplai dari desa
- SPPG Tambak Boyo OKU Timur mulai beroperasi layani 3.185 siswa
- Program Makan Bergizi Gratis sasar 146 siswa SLB di Subang
- SPPG Tulungagung dihentikan sementara usai insiden keracunan massal
- Singapura tarik produk kismis usai ditemukan alergen
- Forum Pangan Dunia 2025 dibuka di Roma, rayakan 80 tahun FAO
Resep Populer
Rekomendasi

Akademisi dukung keberlanjutan MBG demi generasi emas Indonesia

Dietisien rekomendasikan konsumsi jus buah cukup satu gelas per hari

BGN datangkan ahli gizi dari daerah lain untuk SPPG di Manokwari

Kapal bantuan Turki berlayar ke Gaza, bawa 900 ton makanan dan obat

Kapolri sebut terduga pelaku bom siswa SMAN 72 Jakut

Efektifnya akupresur untuk tingkatkan produksi ASI

Larangan perdagangan daging anjing, Legislator: Gubernur tepati janji

Kemenbud tetapkan Cingkhui Aceh Jaya jadi warisan budaya ngak benda RI