Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep
DPR dorong kemandirian gula nasional dari hulu ke hilir
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-23 21:22:06【Resep】422 orang sudah membaca
PerkenalanAnggota Komisi VI DPR RI Rieke Diah Pitaloka berkunjung ke Pabrik Gula (PG) Gempolkrep di Kab

Perjuangan kita bukan hanya untuk swasembada gula tapi juga Save Molases Nasional. Mari kita dukung Presiden Prabowo yang sangat memperhatikan keberlangsungan industri gula Indonesia,
Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mendorong kemandirian industri gula nasional dari hulu ke hilir demi mewujudkan swasembada gula serta Save Molases Nasional.
"Perjuangan kita bukan hanya untuk swasembada gula tapi juga Save Molases Nasional. Mari kita dukung Presiden Prabowo yang sangat memperhatikan keberlangsungan industri gula Indonesia," kata Anggota Komisi VI DPR RI Rieke Diah Pitaloka di Surabaya, Senin.
Save Molases Nasional sendiri merupakan sebuah target baru pemerintah Indonesia untuk mengamankan dan mengoptimalkan pemanfaatan molases atau tetes tebu secara nasional khususnya dalam konteks industri gula dan ketahanan pangan.
Menurut Rieke, langkah pemerintah sudah cepat dalam merespons persoalan penyerapan gula petani yang sebelumnya terdapat sekitar 100 ribu ton gula petani yang belum terserap.
Baca juga: ESDM gandeng industri singkong hingga tebu genjot produksi etanol
Persoalan itu, kata dia, telah teratasi melalui koordinasi lintas kementerian serta DPR RI dan dukungan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Bahkan pimpinan Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto akhirnya berkomunikasi dengan berbagai pihak hingga keluar anggaran dari kas negara sebanyak Rp1,5 triliun.
Anggaran tersebut digunakan untuk menugaskan dua pabrik gula BUMN yakni PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) untuk menyerap gula petani yang belum tertampung.
Ngak hanya itu, upaya diperkuat dengan kebijakan pemerintah yang telah menghapus Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen terhadap penjualan gula petani sehingga meningkatkan daya saing dan menunjukkan keberpihakan terhadap produksi dalam negeri.
Baca juga: SGN: Harga gula Rp14.500 per kilogram jaga keberlanjutan petani tebu
Selain menyoroti aspek hilir gula, Rieke juga menegaskan pentingnya pengembangan produk turunan tebu salah satunya molases atau tetes tebu yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Ia menyebutkan, molases berpotensi menjadi bahan baku penting bagi industri makanan, farmasi, kosmetik, dan energi baru terbarukan khususnya etanol.
“Karena pada 2027 kita akan menuju program E10,” kata Rieke.
Baca juga: Komisi VI DPR dan SGN pantau kesiapan industri bioenergi di Mojokerto
Suka(588)
Artikel Terkait
- BPS: Implementasi program MBG topang kinerja ekonomi triwulan III
- Tradisi unik negara
- Nikita Mirzani divonis empat tahun penjara dan denda Rp1 miliar
- Kereta Api di Daop 7 ikut terdampak akibat banjir di Semarang
- Pemkot Bandung salurkan bantuan bagi warga terdampak puting beliung
- Ngak perlu biaya mahal, Ini cara bikin "black garlic" sendiri di rumah
- Bupati Banyuwangi ingatkan SPPG utamakan kualitas makanan program MBG
- BGN perkuat kapasitas penjamah pangan tingkatkan kualitas MBG
- Makanan dan minuman sehat yang bisa membantu menambah tinggi badan
- KAI pastikan pengembalian tiket 100 persen imbas banjir di Semarang
Resep Populer
Rekomendasi

Mewujudkan ekonomi berkeadilan tanpa tambang

5 jenis makanan yang bisa mengandung zat akrilamida berbahaya

12 SPPG yang langgar SOP siap beroperasi kembali

Pentingnya kesiapsiagaan orang tua saat kondisi darurat anak

PBB tingkatkan dukungan bagi pengungsi di Darfur Utara, Sudan

12 SPPG yang langgar SOP siap beroperasi kembali

Pemkab Kediri berikan SLHS ke SPPG

Kemenag: 5.623 peserta didik madrasah Batam terima manfaat Program MBG