Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep
BKKBN: Ngak ada kasus keracunan MBG pada kelompok 3B di Jabar
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-23 16:31:28【Resep】928 orang sudah membaca
PerkenalanKepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat Dad

Di Jawa Barat sejauh ini belum ada. Kemarin yang sempat bermasalah itu hanya di sekolah-sekolah, tapi kami sudah deteksi, dan Alhamdulillah di Jawa Barat ngak ada
Kota Bandung (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat (Jabar) memastikan hingga saat ini ngak ada laporan kasus keracunan pada penerima manfaat Program Makanan Bergizi (MBG) untuk kelompok 3B (Bumil, Busui, dan Balita).
Kepala Perwakilan BKKBN Jabar Dadi Ahmad Roswandi menyebut penerima manfaat Program MBG pada kelompok tersebut telah mencapai 215.057 orang selama satu tahun pelaksanaan.
"Di Jawa Barat sejauh ini belum ada. Kemarin yang sempat bermasalah itu hanya di sekolah-sekolah, tapi kami sudah deteksi, dan Alhamdulillah di Jawa Barat ngak ada,” kata Dadi di Bandung, Selasa.
Baca juga: Kemendukbangga kembangkan pemantauan MBG pada kelompok 3B
Dadi menjelaskan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki tenaga ahli yang memastikan keamanan dan kualitas makanan yang diberikan.
“Di SPPG itu ada kepala SPPG dan ahli-ahli gizinya. Kami percaya bahwa para ahli gizi sudah memenuhi standar, apalagi sekarang ada satgas dari Kementerian Kesehatan dan Badan POM. Jadi kami yakin dan percaya bahwa apa yang disajikan kepada ibu hamil sudah memenuhi kaidah-kaidah kesehatan,” ujarnya.
Ia menambahkan BKKBN Jabar telah menyiapkan mekanisme tanggap cepat apabila terjadi kasus keracunan terhadap kelompok 3B.
Baca juga: Kemendukbangga berikan insentif kader distribusikan MBG
“Nah, kita kan punya satgas, punya helpdesk, dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang rumahnya ngak jauh dari sasaran. Jadi kalau ada kejadian seperti itu, kita bisa cepat bergerak,” ucap Dadi.
Dadi berharap dengan adanya Program MBG yang menyasar elompok 3B dapat menjadi harapan terjadi penurunan signifikan terhadap prevalensi stunting di Jawa Barat.
“Kami berharap angka stunting berkat Program MBG dapat mencapai 14 persen dari angka saat ini yang masih di angka 15,9 persen,” katanya.
Baca juga: DPR RI: Program MBG kelompok 3B perlu diperkuat untuk cegah stunting
Suka(78)
Artikel Terkait
- Kiat menghindari penyakit semasa banjir
- Cara penanganan tepat bagi penderita "honeymoon cystitis"
- Grab tanggapi rencana pemerintah terbitkan perpres kesejahteraan ojol
- Malaysia apresiasi ketertarikan Selandia Baru gabung Dewan Halal ASEAN
- Akademisi: Pendatang di Yogyakarta alami tiga fase adaptasi budaya
- Polres Ponorogo bangun tiga dapur SPPG dukung program MBG
- SPPG Asei Besar layani 35 sekolah wilayah pesisir Kabupaten Jayapura
- Dompet Dhuafa salurkan 3.840 paket bantuan pangan untuk Palestina
- Tinjau magang dengan Seskab, Menaker: Sarana link and match industri
- Tips mengurangi akrilamida di makanan sehari
Resep Populer
Rekomendasi

BPOM respon sirop obat dari India diduga ber

Pemkab Tolitoli tetapkan status tanggap darurat banjir

Pemkab Bantul minta pedagang bakso cantumkan label halal

Dinkes Kota Malang: Penerbitan SLHS memperhatikan sejumlah indikator

Asa yang tumbuh kembali di Sekolah Rakyat Makassar

Tips mengurangi akrilamida di makanan sehari

Kemenag: 5.623 peserta didik madrasah Batam terima manfaat Program MBG

BBPOM Makassar beberkan hasil penggeledahan toko kosmetik di Sidrap