Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
Pemkab Bantul kumpulkan pengelola SPPG untuk evaluasi MBG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-23 18:43:37【Resep Pembaca】209 orang sudah membaca
PerkenalanBupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih disela menjalankan tugas di Bantul. AN

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, segera mengumpulkan para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tersebut untuk melakukan evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, di Bantul, Selasa, mengangakan langkah mengumpulkan para pengelola SPPG MBG tersebut salah satunya menindaklanjuti adanya laporan keracunan makanan yang dialami siswa yang diduga setelah menyantap makanan MBG di wilayah Kecamatan Jetis.
"Masalah Makan Bergizi Gratis ini harus terus kita evaluasi, kita pantau kita cari apa penyebab sesungguhnya, maka kita akan rapat tentang Program MBG dengan mengundang semua penanggung jawab SPPG," katanya.
Bupati menargetkan dalam waktu dekat atau dalam minggu ini dapat mengundang para pengelola SPPG di Bantul, mengenai masalah atau kendala yang dihadapi termasuk mencari solusi bila ada persoalan dalam menjalankan proyek nasional tersebut.
Baca juga: BGN perkuat pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bantul
"Para penanggung jawab SPPG yang ada di Bantul coba kita tanya satu per satu apa problemnya, apa masalahnya, kok masih saja terjadi laporan itu (keracunan)," katanya.
Menurut dia, laporan keracunan makanan yang dialami siswa diduga usai menyantap MBG memang bukan gambaran semua SPPG, melainkan hanya beberapa peristiwa, dan bukan representasi dari semuanya.
"Ini kecelakaan, tapi bagaimanapun karena ini menyangkut kesehatan anak-anak kita, pastilah harus kita cari solusinya, kita temukan penyebabnya apa kok masih saja terjadi keracunan seperti ini," katanya.
Sementara itu, terkait dengan laporan ratusan siswa di salah satu SMA negeri di Jetis yang diduga keracunan makanan pada Jumat (31/10), Bupati mengangakan sudah dilakukan asesmen oleh pihak terkait, dan ngak ada yang perlu menjalani rawat inap.
Baca juga: Bantul awasi pemberian MBG di sekolah meski bukan kewenangan daerah
"Sudah diasesmen dan Alhamdulillah ngak ada yang perlu dirawat inap, artinya mereka yang masih muda tentu imunitas masih kuat, tapi kan kita harus mengantisipasi lebih jauh, jangan sampai ada keracunan lagi," katanya.
Suka(3217)
Artikel Terkait
- Dokter ingatkan konsumen untuk periksa label produk perawatan kulit
- SPPG diingatkan olah limbah MBG dengan baik, jangan cemari lingkungan
- SPPG Mabes Polri di Rejang Lebong Bengkulu jamin keamanan pangan MBG
- Riset IHATEC: Kehalalan produk jadi pertimbangan utama konsumen
- BPKN wajibkan pelaku usaha patuhi regulasi keamanan pangan
- Nasib perempuan Gaza dua tahun sejak konflik pecah
- Khawatir ada sabotase, MPSI minta aparat telusuri jaringan dapur MBG
- DPRD Banjarmasin desak SPPG tingkatkan higienitas cegah keracunan MBG
- KemenPPPA tekankan pentingnya sosialisasikan manfaat MBG ke masyarakat
- KemenPPPA tekankan pentingnya sosialisasikan manfaat MBG ke masyarakat
Resep Populer
Rekomendasi

Jepang lanjutkan ekspor makanan laut ke China setelah larangan dicabut

Polri gelar tanam jagung kuartal IV guna dukung swasembada pangan

Kapolri sebut terduga pelaku bom siswa SMAN 72 Jakut

HMI: MBG bisa hadirkan generasi sehat dan berdaulat

16 spesies burung migran terpantau tiba di NTB

Kronologi dan rangkuman fakta ledakan di SMA 72 Jakarta

Kemenekraf perkuat 28 provinsi miliki Dinas Ekonomi Kreatif

Khawatir ada sabotase, MPSI minta aparat telusuri jaringan dapur MBG