Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
Pemkab Bantul kumpulkan pengelola SPPG untuk evaluasi MBG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-03 15:02:06【Resep Pembaca】209 orang sudah membaca
PerkenalanBupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih disela menjalankan tugas di Bantul. AN

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, segera mengumpulkan para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tersebut untuk melakukan evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, di Bantul, Selasa, mengangakan langkah mengumpulkan para pengelola SPPG MBG tersebut salah satunya menindaklanjuti adanya laporan keracunan makanan yang dialami siswa yang diduga setelah menyantap makanan MBG di wilayah Kecamatan Jetis.
"Masalah Makan Bergizi Gratis ini harus terus kita evaluasi, kita pantau kita cari apa penyebab sesungguhnya, maka kita akan rapat tentang Program MBG dengan mengundang semua penanggung jawab SPPG," katanya.
Bupati menargetkan dalam waktu dekat atau dalam minggu ini dapat mengundang para pengelola SPPG di Bantul, mengenai masalah atau kendala yang dihadapi termasuk mencari solusi bila ada persoalan dalam menjalankan proyek nasional tersebut.
Baca juga: BGN perkuat pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bantul
"Para penanggung jawab SPPG yang ada di Bantul coba kita tanya satu per satu apa problemnya, apa masalahnya, kok masih saja terjadi laporan itu (keracunan)," katanya.
Menurut dia, laporan keracunan makanan yang dialami siswa diduga usai menyantap MBG memang bukan gambaran semua SPPG, melainkan hanya beberapa peristiwa, dan bukan representasi dari semuanya.
"Ini kecelakaan, tapi bagaimanapun karena ini menyangkut kesehatan anak-anak kita, pastilah harus kita cari solusinya, kita temukan penyebabnya apa kok masih saja terjadi keracunan seperti ini," katanya.
Sementara itu, terkait dengan laporan ratusan siswa di salah satu SMA negeri di Jetis yang diduga keracunan makanan pada Jumat (31/10), Bupati mengangakan sudah dilakukan asesmen oleh pihak terkait, dan ngak ada yang perlu menjalani rawat inap.
Baca juga: Bantul awasi pemberian MBG di sekolah meski bukan kewenangan daerah
"Sudah diasesmen dan Alhamdulillah ngak ada yang perlu dirawat inap, artinya mereka yang masih muda tentu imunitas masih kuat, tapi kan kita harus mengantisipasi lebih jauh, jangan sampai ada keracunan lagi," katanya.
Suka(91569)
Sebelumnya: 368 siswa SDN 5 Mataram terima MBG
Selanjutnya: Kemenekraf perkuat 28 provinsi miliki Dinas Ekonomi Kreatif
Artikel Terkait
- Kepala BPOM jelaskan potensi pengembangan ATMP ke mahasiswa Beijing
- Festival Lima Danau momentum perkenalkan wisata Kabupaten Solok
- BJB tegaskan dukungannya pada MBG lewat pembiayaan SPPG
- BPBD Cilacap: 307 warga mengungsi akibat banjir di 15 kelurahan
- Mematri gerakan energi lestari dari sekolah berdikari
- Mahasiswa USU cipngakan wadah makanan dari limbah sawit dan daun pepaya
- Larangan perdagangan daging anjing, Legislator: Gubernur tepati janji
- SPPG Tulungagung dihentikan sementara usai insiden keracunan massal
- UMKM binaan Pertamina raup Rp250 juta di ajang MotoGP Mandalika
- AHY kampanye bersihkan mangrove sebagai inisiatif infrastruktur hijau
Resep Populer
Rekomendasi

Pemkot Pekalongan ingatkan SPPG penuhi standar bangunan dapur MBG

Pemkab Jepara buka saluran pengaduan program MBG

Kemensetneg himpun masukan terkait pelaksanaan MBG di Manokwari

Pemkab Bogor mantapkan infrastruktur dan sertifikasi dapur MBG

Rekomendasi tanaman hias daun lebar yang bikin rumah lebih hidup

Pemerintah tegaskan AS ngak larang impor udang dan cengkeh asal RI

Pemkab Jayapura: Program MBG harus menjangkau semua masyarakat

Dinkes: Korban keracunan MBG di Tulungagung terus bertambah