Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep
Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-21 14:24:06【Resep】134 orang sudah membaca
PerkenalanDirektur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menghadiri

Jakarta (ANTARA) - Misi dagang Kementerian Perdagangan RI bertajuk "Where Spices Tell Stories" ke Belanda pada 29 Oktober-1 November 2025 mencatatkan potensi transaksi senilai 14,6 juta dolar AS atau sekitar Rp239,4 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengangakan keberhasilan tersebut memberi sinyal positif bagi peningkatan ekspor sektor rempah dan bumbu Indonesia. Capaian itu juga merefleksikan tingginya minat pasar Eropa terhadap produk rempah dan bumbu Nusantara.
"Importir Eropa menilai produk rempah dan bumbu Indonesia memiliki keunggulan dari segi aroma dan kualitas. Produk kita juga berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pasar pangan organik dan berkelanjutan yang sedang berkembang pesat di Eropa," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Adapun rempah dan bumbu yang paling diminati antara lain pala, lada putih, kunyit, jahe, serta bumbu makanan siap pakai.
Potensi transaksi dicapai melalui kegiatan forum bisnis dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching) yang diselenggarakan di Indonesia House Amsterdam pada 30 Oktober 2025. Dalam forum ini, pelaku usaha Indonesia memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pembeli asal Belanda, Prancis, dan Jerman.
Misi dagang diikuti sepuluh pelaku usaha Indonesia. Para peserta misi dagang mendapat kesempatan langsung menjajaki kerja sama dagang dengan mitra Eropa, serta memperluas jejaring distribusi di Belanda yang dikenal sebagai pintu gerbang perdagangan Eropa.
Selain forum bisnis, para peserta juga mengunjungi beberapa importir besar seperti Amboina, Nesia Food BV, Bina BV, dan INA Trading/Furnilux untuk mempelajari pola impor dan distribusi produk rempah di pasar Belanda.
Sebagai bagian dari rangkaian misi dagang tersebut, Kemendag menjalin pertemuan dengan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries(CBI) dan Netherlands Enterprise Agency (RVO) pada 31 Oktober 2025.
Pertemuan membahas penguatan kelembagaan ekspor, pengembangan produk, serta akses pasar bagi sektor pertanian dan perikanan.
Suka(28979)
Sebelumnya: 2.031 anak terima manfaat MBG Polres Solok Selatan
Selanjutnya: Perkuat kemitraan, ASEAN
Artikel Terkait
- 2.031 anak terima manfaat MBG Polres Solok Selatan
- BNPT: Sekolah jadi wadah pembentukan karakter bangsa cegah terorisme
- Seluruh siswa Saptosari DIY sehat kembali usai keluhan hidangan MBG
- Ketua PWI Pusat ingatkan wartawan terapkan kode etik dalam pemberitaan
- KemenPPPA tekankan pentingnya sosialisasikan manfaat MBG ke masyarakat
- KEK Batang: Enam perusahaan berinvestasi Rp456,76 miliar
- Pemkab Lebak percepat penurunan stunting siapkan generasi emas
- Polres Cianjur duga kebakaran berasal dari truk tangki BBM
- Kiat menghindari penyakit semasa banjir
- Jumlah SPPG di Banten baru 45 persen dari target 1.200 unit
Resep Populer
Rekomendasi

SPPG Sawahlunto awasi ketat proses cuci ompreng MBG secara berlapis

Ketua PWI Pusat ingatkan wartawan terapkan kode etik dalam pemberitaan

Pemprov DKI harus jaga sanitasi kota terutama saat musim hujan

Kemendagri: Luwu Timur paling siap jalankan program MBG daerah 3T

Komdigi hadirkan Garuda Spark Medan untuk pengembangan talenta digital

Sentuhan inovasi berbasis tradisi di desa wisata Majalengka

Musim pancaroba pengaruhi turunnya daya tahan tubuh

Manfaat Azelaic Acid untuk wajah, bikin kulit cerah & anti flek hitam