Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-03 15:04:21【Resep Pembaca】743 orang sudah membaca
PerkenalanTim ahli gizi SPPG Polda Kepulauan Babel melakukan pemorsian MBG di Pangkalpinang. ANTARA/Antara Bab

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyarankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengkonsumsi makanan maksimal dua jam setelah dibagikan.
"Jadi, makanan itu idealnya dimakan ngak lebih dari dua jam setelah dimasak, kalau memang kudapannya digoreng, itu juga harus dibatasi agar ngak dimakan siswa lebih dari empat jam," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wamen Isyana apresiasi SPPG libatkan ahli gizi identifikasi alergen
Budi memahami bahwa Program MBG baru pertama kali berjalan di Indonesia, sehingga baik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun katering masih melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
"Ini karena pertama kali di Indonesia, jadi dunia kuliner dan gizi itu kan baru pertama kali membuat makanan dengan kapasitas 3.000-4000 setiap hari, jadi, katering komersial juga mungkin belum pernah punya pengalaman itu," ujar dia.
Budi menekankan pentingnya pelatihan keamanan pangan bagi petugas SPPG agar mampu mengelola distribusi MBG dengan lebih baik.
Baca juga: Pakar BGN paparkan sejumlah peran ahli gizi dalam Program MBG
Baca juga: Gubernur Kepri ingatkan ahli gizi SPPG kontrol ketat pengolahan MBG
"Jadi perlu dilakukan pelatihan, khususnya keamanan pangan. Ada beberapa informasi di SPPG itu saat memasak butuh waktu yang lama, pemorsian di holding-nya juga terlewati waktunya, kemudian waktu pengantarannya juga, sehingga ada risiko bahwa makanan itu dikonsumsi terlalu lama, ini perlu jadi kritik bagi BGN," tuturnya.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi lebih dari 13 ribu unit.
Suka(93433)
Artikel Terkait
- China terus awasi produk bahari dari Jepang setelah keran impor dibuka
- Kemenkes sebut 315 SPPG kini punya sertifikat laik higiene
- Pemkot Bogor gencarkan Aksi Bergizi di sekolah tanamkan hidup sehat
- Bupati Banyumas: Gebyar Pendidikan Non
- BSI target nilai bisnis emas mencapai Rp100 triliun pada 2030
- Benarkah naiknya suhu panas dorong orang konsumsi gula tambahan?
- Satgas MBG Banjar: Olah menu sesuai petunjuk guna cegah keracunan
- Dietisien ngak sarankan diet dengan hanya konsumsi buah
- Menperin sebut manufaktur jadi bukti daya saing menguat
- Jangan abaikan, tubuh beri sejumlah sinyal ketika kekurangan zat besi
Resep Populer
Rekomendasi

Kiat menghindari penyakit semasa banjir

Mendag: TEI 2025 catat 8.045 pembeli dari 130 negara

Wagub: Sudah terbangun 2.600 SPPG di Jabar, capai 55 persen target

BPOM intensif kembangkan fitofarmaka demi tekan impor bahan baku obat

Menteri PPPA prioritaskan perlindungan anak dalam insiden di SMAN 72

Efektifnya akupresur untuk tingkatkan produksi ASI

KBRI Yangon apresiasi kemenangan Garuda Pertiwi atas Makau

Puluhan siswa SMP di Tulungagung Jatim keracunan MBG